Tulsi Gabbard: Dari Perang Irak hingga Dipercaya Trump Jadi Direktur Intelijen
Tulsi Gabbard dipercayakan Presiden terpilih AS Donald Trump sebagai Direktur Intelijen Nasional.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Tulsi Gabbard dipercayakan Presiden terpilih AS Donald Trump sebagai Direktur Intelijen Nasional.
Siapa sosok Tulsi? Dikutip wikipedia.org, Tulsi lahir 12 April 1981 adalah seorang politikus Amerika, perwira Cadangan Angkatan Darat Amerika Serikat, dan komentator politik.
Ia menjabat sebagai Perwakilan AS untuk distrik kongres ke-2 Hawaii dari tahun 2013 hingga 2021 dan merupakan anggota Kongres Samoa-Amerika pertama. Ia memulai karier politiknya pada tahun 2002 ketika ia menjadi wanita termuda yang terpilih menjadi anggota legislatif negara bagian Hawaii pada usia 21 tahun.
Ia mencalonkan diri sebagai kandidat dalam pemilihan pendahuluan presiden Demokrat tahun 2020.
Ia meninggalkan Partai Demokrat pada bulan Oktober 2022 untuk menjadi independen , sebelum bergabung dengan Partai Republik pada tahun 2024.
Sebelumnya pada tahun 2003, Gabbard bergabung dengan Garda Nasional Angkatan Darat Hawaii dan ditugaskan di Irak dari tahun 2004 hingga 2005, di mana ia bertugas di unit medis.
Pada tahun 2007, Gabbard menyelesaikan program pelatihan Perwira di Akademi Militer Alabama sebagai lulusan kehormatan terhormat.
Ia ditempatkan di Kuwait dari tahun 2008 hingga 2009 sebagai pemimpin peleton Polisi Militer Angkatan Darat.
Pada tahun 2015, Gabbard menjadi mayor di Garda Nasional Angkatan Darat Hawaii. Pada tahun 2020, ia dipindahkan ke Cadangan Angkatan Darat AS dan dipromosikan ke pangkat letnan kolonel pada tahun 2021.
Selama masa jabatannya di Kongres, Gabbard mengambil sikap tegas terhadap terorisme Islam di Timur Tengah.
Sekitar tahun 2015, ia kerap mengkritik pemerintahan Barack Obama karena menolak untuk menentang ekstremisme Islam.
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Nasional Demokrat (DNC) dari tahun 2013 hingga 2016, dan mengundurkan diri dari jabatannya untuk mendukung Bernie Sanders untuk nominasi presiden Demokrat tahun 2016.
Pada tahun 2017, Gabbard menyatakan skeptisisme tentang beberapa tindakan militer terhadap Suriah.
Dalam kampanye presidennya tahun 2020 , ia menyoroti penentangan yang luas terhadap intervensionisme militer, sambil menegaskan kembali posisinya dalam memerangi terorisme.
Setelah mengakhiri pencalonan presidennya, ia mendukung Joe Biden pada bulan Maret 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/141124-Tulsi-Gabbard.jpg)