Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Erupsi Gunung Ruang

Siswa SMA Negeri 1 Tagulandang Kepulauan Sitaro Belajar di Bawah Atap Bocor, Jika Hujan Harus Menepi

"Kalau hujan sering bocor di kelas-kelas, kami terpaksa harus minggir cari tempat yang tidak tembus air," jelasnya, Kamis (14/11/2024).

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Rhendi Umar
Atap di SMA Negeri 1 Tagulandang, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih bocor dampak dari erupsi Gunung Ruang beberapa waktu lalu, Kamis (14/11/2024).  

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Erupsi Gunung Ruang yang terjadi di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, menyisakan cerita kelam. 

Kala itu, aktivitas di Tagulandang lumpuh seketika. 

Roda perekonomian mati, Tagulandang menjadi kota mati. 

Warga pun ketakutan akibat batu-batu dari Gunung Ruang menerjang rumah-rumah, sekolah, hingga pemerintahan. 

Atap bangunan rata-rata berlubang dan hancur berantakan. 

Warga pun akhirnya mengungsi ke Kota Manado. 

Namun kini situasi sudah pulih kembali.

Keceriaan warga sudah terlihat. 

Aktivitas sudah hidup kembali, Tagulandang sudah kembali normal. 

Sayangnya, sejumlah fasilitas belum dibenahi.

Caption: Atap di SMA Negeri 1 Tagulandang masih bocor dan belum diperbaiki
Atap di SMA Negeri 1 Tagulandang, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih bocor dampak dari erupsi Gunung Ruang beberapa waktu lalu, Kamis (14/11/2024). 

Atap-atap yang bocor belum semuanya diperbaiki, termasuk di sekolah. 

Salah satu sekolah yang belum diperbaiki adalah SMA Negeri 1 Tagulandang

Atap yang bocor hanya ditutupi dengan terpal.

Siswa pun terpaksa belajar dengan kondisi seperti ini. 

Pemerintah masih belum bergerak, padahal kucuran dana untuk perbaikan pembangunan di Tagulandang disebut sudah dicairkan. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved