Erupsi Gunung Ruang
Siswa SMA Negeri 1 Tagulandang Kepulauan Sitaro Belajar di Bawah Atap Bocor, Jika Hujan Harus Menepi
"Kalau hujan sering bocor di kelas-kelas, kami terpaksa harus minggir cari tempat yang tidak tembus air," jelasnya, Kamis (14/11/2024).
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Erupsi Gunung Ruang yang terjadi di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, menyisakan cerita kelam.
Kala itu, aktivitas di Tagulandang lumpuh seketika.
Roda perekonomian mati, Tagulandang menjadi kota mati.
Warga pun ketakutan akibat batu-batu dari Gunung Ruang menerjang rumah-rumah, sekolah, hingga pemerintahan.
Atap bangunan rata-rata berlubang dan hancur berantakan.
Warga pun akhirnya mengungsi ke Kota Manado.
Namun kini situasi sudah pulih kembali.
Keceriaan warga sudah terlihat.
Aktivitas sudah hidup kembali, Tagulandang sudah kembali normal.
Sayangnya, sejumlah fasilitas belum dibenahi.

Atap-atap yang bocor belum semuanya diperbaiki, termasuk di sekolah.
Salah satu sekolah yang belum diperbaiki adalah SMA Negeri 1 Tagulandang.
Atap yang bocor hanya ditutupi dengan terpal.
Siswa pun terpaksa belajar dengan kondisi seperti ini.
Pemerintah masih belum bergerak, padahal kucuran dana untuk perbaikan pembangunan di Tagulandang disebut sudah dicairkan.
Rumah dan Tempat Usaha Rusak, Korban Erupsi Gunung Ruang Sitaro Ngaku Belum Terima Bantuan |
![]() |
---|
Progress Pembangunan Rumah untuk Korban Erupsi Gunung Ruang Sitaro di Bolsel Capai 80 Persen |
![]() |
---|
Pusat Kucurkan Rp 35,7 Miliar untuk Perbaikan Rumah Korban Erupsi Gunung Ruang di Kepulauan Sitaro |
![]() |
---|
Atap SMA Negeri 1 Tagulandang Kepulauan Sitaro Masih Belum Dibenahi, Siswa Diliburkan Jika Hujan |
![]() |
---|
Memilukan! Siswa SMA Negeri 1 Tagulandang Belajar di Kelas yang Atapnya Rusak, Kalau Hujan Bocor |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.