Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Cengkih di Manado

Dari Pasrah hingga Untung: Cerita Petani Cengkih Sambut Kenaikan Harga di Gudang Manado Sulut

"Saya jual sekitar 100 kilogram waktu itu dan keuntungan cukup bagus," sambungnya.

Tribunmanado.co.id/Petrick Sasauw
Petani sedang menjemur cengkih di Kota Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harga cengkih di Manado, Sulawesi Utara, mulai meningkat.

Hal ini menjadi kabar baik bagi para petani yang telah lama berjuang menghadapi ketidakpastian pasar. 

Jumat (8/11/2024) di Gudang Wanea, Manado, harga cengkih sudah mencapai Rp 100.500 per kilogram.

Sementara di Gudang Od Pnie Wenang, nilainya lebih tinggi lagi yaitu Rp 102 ribu per kilogram.

Bagi petani asal Minahasa Selatan (Minsel), Karel Monto, kenaikan ini adalah sebuah angin segar. 

Ia mengisahkan getirnya beberapa bulan lalu ketika harga cengkih anjlok hingga Rp 80 ribu per kilogram.

“Waktu itu seperti bencana,” ujar Karel saat diwawancara Tribunmanado.co.id Jumat lalu.

Saat itu Karel tak merasakan keuntungan sama sekali dari hasil jualan, bahkan tidak menutupi biaya operasional.

Meski tetap harus menjual hasil panennya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan membayar pekerja, Karel mengaku kecewa dan merasa perjuangan bertani cengkih saat itu seakan sia-sia. 

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari Karel harus mengambil pekerjaan lain.

Gudang Cengkih Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Gudang Cengkih Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara. (Tribunmanado.co.id/Petrick Sasauw)

Kemudian, perlahan-lahan harga cengkih mulai merangkak naik hingga Rp 90 ribu dan Rp 95 ribu per kilogram. 

Baginya, kondisi ini mulai memberi sedikit harapan, meskipun keuntungannya masih tipis.

"Saya jual sekitar 100 kilogram waktu itu dan keuntungan cukup bagus," sambungnya.

Dari hasil tersebut, ia mendapat keuntungan yang cukup untuk membeli berbagai keperluan.

Petani lainnya dari Minsel, Owen, bercerita saat menghadapi kondisi harga yang tidak stabil bahkan sempat membuatnya ingin berhenti menanam cengkih

Saat harga anjlok, ia mengaku hampir beralih menanam nilam karena tingginya biaya pekerja yang kala itu meminta upah Rp 6 ribu per liter untuk memetik cengkih

“Sempat pasrah, saya simpan cengkih dua bulan sambil menunggu harga naik,” cerita Owen.

Kini, dengan harga cengkih di Gudang Wanea mencapai Rp 100.500 per kilogram, Owen merasa senang namun bimbang. 

Dia mempertimbangkan apakah ini saat terbaik untuk menjual, atau menunggu jika harga akan naik lagi. 

"Risiko petani itu ya begini, harga naik turun tidak pasti," ujarnya.

Baca juga: Antrean Panjang BBM Solar di SPBU Manado Sulut, Sopir Truk Keluhkan Waktu dan Biaya yang Terbuang

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Senin 11 November 2024, Info BMKG Wilayah Potensi Hujan Lebat

Ia berencana menjual sekitar 150 kilogram cengkihnya.

Saat ini dia masih bimbang apakah akan menjual sekarang atau nanti.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved