Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Serangan Hizbullah - Hamas Tewaskan 88 Warga Israel Sepanjang Oktober

Bulan Oktober 2024 paling mematikan dalam perang Israel - Hamas di Gaza dan Israel - Hizbullah di Lebanon.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Lilin peringatan di lokasi serangan mematikan di Tel Aviv. Bulan Oktober 2024 paling mematikan dalam perang Israel - Hamas di Gaza dan Israel - Hizbullah di Lebanon. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Bulan Oktober 2024 paling mematikan dalam perang Israel - Hamas di Gaza dan Israel - Hizbullah di Lebanon.

Serangan roket dan pesawat tak berawak yang tiada henti dari Hamas dan Hizbullah telah menewaskan 88 warga Israel.

Israel mengalami salah satu bulan yang paling menantang sejak dimulainya perang, tepatnya pada bulan yang menandai satu tahun sejak serangan Hamas pada 7 Oktober. 

Dikutip YNet, di samping aksi militer yang mengesankan, termasuk penyingkiran pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan serangan darat di Lebanon selatan, 88 warga sipil dan tentara tewas pada bulan Oktober, menjadikannya bulan paling mematikan pada tahun 2024.

November menandai satu bulan sejak pasukan IDF memasuki Lebanon selatan , di mana 37 tentara tewas dalam pertempuran di sana dan di sepanjang perbatasan utara.

Pertempuran di Gaza terus memakan korban yang banyak. Sembilan belas tentara gugur dalam pertempuran selama bulan lalu dan seorang tentara lainnya tewas dalam kecelakaan operasional di dekat perbatasan. 

Selain itu, dipastikan bahwa tawanan Idan Shtivi tewas pada 7 Oktober 2023, dan jasadnya masih ditawan di Gaza bersama dengan 101 sandera lainnya — baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Oktober juga ditandai dengan insiden keamanan yang signifikan di Israel, dengan sembilan warga sipil, seorang polisi dan seorang polisi wanita tewas dalam serangan teror dari Be'er Sheva hingga Hadera. Serangan paling mematikan terjadi pada hari pertama bulan itu ketika tujuh orang tewas dalam serangan teror di Jaffa .

Tiga belas warga sipil tewas akibat hantaman roket atau pecahan peluru di Israel utara, tujuh di antaranya tewas pada hari Kamis di Metula dan wilayah Teluk Haifa dalam hitungan jam di hari terakhir bulan ini. 

Enam tentara tewas akibat serangan pesawat tanpa awak, termasuk empat prajurit tempur yang terkena serangan mematikan UAV di Pangkalan Pelatihan Brigade Golani. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved