5 Hari Menuju Pilpres AS: Mengapa Harris Kehilangan Suara India Amerika?
Kamala Harris diproyeksikan akan kehilangan sebagian dari pemilih tradisional India Amerika di partainya.
“Kebebasan reproduksi merupakan masalah utama bagi perempuan di seluruh Amerika, termasuk perempuan Asia Selatan, dan dukungan [perempuan] terhadap Harris tidaklah mengejutkan mengingat posisinya mengenai hak aborsi,” kata Arjun Sethi, seorang pengacara keturunan India-Amerika yang berkantor di Washington, DC.
“Sedangkan semakin banyak pria Asia Selatan yang mendukung kebijakan perbatasan yang kuat dan rezim perpajakan yang lebih bersahabat, (oleh karena itu) memihak Trump.”
Pengamatan lebih dekat terhadap data menunjukkan bahwa kesenjangan gender paling mencolok pada pemilih yang lebih muda.
Mayoritas pria dan wanita di atas usia 40 tahun mengatakan mereka berencana memilih Harris. Namun, di antara pemilih di bawah usia 40 tahun, suara pria terbagi hampir sama antara Harris dan Trump, sementara suara wanita sangat mendukung Harris.
"Ada juga skeptisisme yang berkembang di antara beberapa pria India Amerika yang memilih presiden perempuan," imbuh Vaishnav, salah satu penulis makalah tersebut. Kesenjangan gender yang semakin dalam dalam preferensi pemilih di antara komunitas imigran adalah "perpecahan baru yang sebelumnya tidak ada, namun, [perpecahan] ini sejalan dengan tren nasional yang lebih besar di AS".
Sikap Trump yang lebih keras terhadap "imigrasi ilegal dan tak berdokumen serta politik populis dan nasionalis yang sangat agresif" mungkin akan mendapat sambutan di antara sebagian pemilih India Amerika, kata Sangay Mishra, seorang profesor madya hubungan internasional, dengan spesialisasi dalam penggabungan politik imigran, di Universitas Drew.
“Proposal ini terutama ditujukan kepada pemilih kulit putih, tetapi juga ditujukan kepada kelompok minoritas, terutama laki-laki.”
Namun, pada saat yang sama, Mishra memperingatkan agar tidak terlalu banyak menafsirkan perubahan yang dilaporkan dalam survei tersebut. "Makalah ini menangkap ketidakpuasan terhadap Partai Demokrat tetapi tidak serta-merta berarti identifikasi yang lebih besar dengan Partai Republik," katanya, "karena dalam komunitas India Amerika, Partai Republik masih diasosiasikan dengan posisi nasionalis Kristen atau kulit putih".
Harris lahir di India dan bermigrasi ke AS pada tahun 1958 untuk menempuh pendidikan pascasarjana di University of California Berkeley, sementara ayahnya berkulit hitam dengan akar Jamaika. Kandidat Demokrat tersebut juga telah mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan berkulit hitam dalam beberapa kesempatan.
Identifikasi dengan akar Afrika-Amerika itu, alih-alih lebih terbuka menerima latar belakang India-nya, juga telah menjauhkan beberapa pemilih di komunitas Asia Selatan, kata Rohit Chopra, seorang akademisi di Center for South Asia di Universitas Stanford.
"Sebenarnya ada lebih banyak antusiasme untuk seseorang seperti Tulsi Gabbard atau Usha Vance, daripada untuk Kamala Harris [di komunitas India-Amerika]," katanya. "Di masyarakat umum Amerika, Harris dianggap sebagai orang Afrika-Amerika."
"Keputusan strategis" yang diambil oleh tim kampanyenya ini juga didorong oleh angka, tambah Chopra. "'Ke-India-an' tidak memiliki nilai tawar yang sama (seperti pemilih kulit hitam), secara strategis hal itu tidak sepadan bagi mereka."
Menurut survei terbaru, warga India-Amerika (61 persen) cenderung tidak memilih Harris dibandingkan pemilih kulit hitam (77 persen), dan sedikit lebih cenderung memilih Harris dibandingkan warga Hispanik-Amerika (58 persen). Namun, dukungan terhadap Harris juga menurun di kalangan pemilih kulit hitam dan Latin, dibandingkan dengan norma untuk Partai Demokrat.
Di kalangan komunitas India-Amerika, posisi Harris sebagai pemimpin yang lebih liberal menarik bagi 26 persen pemilih dibandingkan dengan 7 persen yang mengatakan bahwa mereka antusias dengan warisan India-nya. Sementara itu, 12 persen responden dalam survei tersebut mengatakan bahwa mereka kurang antusias dengan tiket Demokrat karena "Harris lebih mengidentifikasi dirinya dengan akar kulit hitamnya". (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/301024-Kamala-Harris1.jpg)