Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

9 Hari Menuju Pilpres AS: Harris ke Michigan dan Trump Menuju Georgia

Sembilan hari menuju Pilpres AS, Donald Trump menuju Georgia, sementara Harris akan mencoba untuk membangkitkan semangat para pemilih di Michigan.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Infografis survei Pilpres AS. Sembilan hari menuju Pilpres AS, Donald Trump menuju Georgia, sementara Harris akan mencoba untuk membangkitkan semangat para pemilih di Michigan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Sembilan hari menuju Pilpres AS, Donald Trump menuju Georgia, sementara Harris akan mencoba untuk membangkitkan semangat para pemilih di Michigan yang mencakup penduduk Arab Amerika dan Muslim yang prihatin dengan perang Israel di Gaza.

Dengan sembilan hari (waktu Indonesia) menjelang Pilpres AS, mantan Presiden Trump mengadakan rapat umum di Madison Square Garden di kampung halamannya di New York, sementara Wakil Presiden Kamala Harris berkampanye di negara bagian utama Pennsylvania.

Pada rapat umum di Madison Square Garden hari Minggu atau Senin Wita, Trump berulang kali menegaskan rencananya untuk menghentikan imigrasi ilegal dan mendeportasi migran yang ia gambarkan sebagai “penjahat kejam dan haus darah”.

Sementara itu, Wakil Presiden Kamala Harris mengatakan di Philadelphia bahwa tidak seorang pun boleh berdiam diri. "Kami fokus pada masa depan dan kebutuhan rakyat Amerika," katanya.

Dikutip Al Jazeera, hingga tengah hari (16:00 GMT), lebih dari 41 juta warga Amerika telah memberikan suara mereka melalui pemungutan suara langsung atau melalui surat suara, menurut penghitungan yang dilakukan oleh Election Lab di University of Florida.

Pada tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19 – lebih dari 100 juta pemilih telah memberikan suara mereka sebelum Hari Pemilihan.

Pembaruan Terkini

Harris dan Trump tetap bersaing ketat dalam persaingan yang sangat ketat ini.

Jajak pendapat CBS News/YouGov yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan bahwa Harris mengungguli Trump secara nasional, dengan 50 persen dibandingkan dengan Trump yang memperoleh 49 persen, tetapi hasilnya tetap bergantung pada margin kesalahan survei.

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan adanya kesenjangan gender yang besar dalam persaingan tersebut, dengan lebih banyak pria yang memilih Trump dan lebih banyak wanita yang memilih Harris.

Trump, menurut jajak pendapat tersebut, unggul atas pemilih pria sebesar 54 persen berbanding 45 persen, sementara Harris unggul atas pemilih wanita sebesar 55 persen berbanding 43 persen.

Menurut jajak pendapat tersebut, pria cenderung melihat Trump sebagai pemimpin yang kuat (64 persen berbanding 50 persen), sementara wanita cenderung mengatakan Harris memiliki "kesehatan mental dan kognitif" yang tepat untuk menjadi presiden.

Dalam analisis terpisah dari pelacak jajak pendapat pemilu harian FiveThirtyEight, Harris sedikit unggul dalam jajak pendapat nasional hingga Minggu, mengungguli Trump dengan 1,4 poin persentase. Namun, tren jangka panjang menunjukkan bahwa persaingan semakin ketat, dengan selisih yang menyempit dari 1,7 poin minggu lalu.

Tujuh negara bagian AS kemungkinan akan menentukan hasil pemilu.

Menurut pelacak jajak pendapat harian FiveThirtyEight, Harris mempertahankan keunggulan tipis di Michigan dan Wisconsin.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved