Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Teheran Hadapi Ancaman Israel: Iran Siap Luncurkan 1.000 Rudal

Serangan Israel terhadap fasilitas minyak atau nuklir bisa menyebabkan Teheran - Iran mengambil tindakan drastis.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Tentara Iran berbaris selama parade militer tahunan yang menandai peringatan pecahnya perang 1980-1988 dengan Irak di Teheran pada 21 September 2024. Serangan Israel terhadap fasilitas minyak atau nuklir bisa menyebabkan Teheran - Iran mengambil tindakan drastis. 

“Kalian tidak akan bisa memenangkan konflik ini, kami akan menghancurkan kalian,” ancam Salami.

Republik Islam telah bersiap menghadapi balasan Israel setelah serangan langsung terbarunya terhadap Israel, di mana ia menembakkan 200 rudal balistik yang membuat sebagian besar wilayah Israel berlindung di tempat perlindungan bom pada tanggal 1 Oktober, menewaskan seorang pria Palestina di Tepi Barat, dan menyebabkan kerusakan di wilayah pemukiman dan pangkalan militer — meskipun IDF mengatakan bahwa serangan itu tidak berdampak operasional.

Iran mengatakan serangan itu terjadi sebagai respons terhadap serangan di Lebanon yang menewaskan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan sebagian besar pimpinan senior kelompok teror itu bulan lalu, serta pembunuhan pemimpin politbiro Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli, yang secara luas disalahkan pada Israel meskipun bungkam mengenai masalah tersebut.

Rencana pembalasan Israel dikatakan telah gagal baru-baru ini setelah dokumen rahasia AS mengenai masalah tersebut bocor Jumat lalu, yang mengungkap pengamatan AS terhadap tindakan yang diambil oleh Angkatan Udara Israel pada tanggal 15-16 Oktober menjelang serangan.

Di tengah laporan bahwa Israel terpaksa mengubah taktik dan menunda rencananya sebagai akibat dari kebocoran tersebut, Radio Angkatan Darat mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya pada hari Kamis yang bersikeras bahwa ini bukanlah masalahnya.

“Tidak ada hubungan antara kebocoran dokumen dari Pentagon dan pilihan waktu untuk serangan terhadap Iran,” kata pejabat itu.

Meskipun beberapa peluang telah dibahas, pejabat tersebut mengatakan bahwa belum ada tanggal akhir yang ditetapkan untuk tanggapan Israel dan keputusan akan dibuat “berdasarkan peluang operasional.”

Pada saat yang sama, lembaga penyiaran publik Kan melaporkan pada hari Kamis bahwa Angkatan Udara Israel telah menyelesaikan persiapannya untuk pembalasan dan sekarang menunggu pimpinan politik untuk menggerakkannya.

Rencana tersebut telah disetujui oleh Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Herzi Halevi dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, kata seorang pejabat keamanan kepada Kan, dan sekarang tinggal memutuskan waktu yang tepat untuk melancarkan serangan. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved