Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ulama Turki yang Dituduh Kudeta Erdogan Meninggal di AS

Ulama Turki Fethullah Gulen yang dituduh melakukan kudeta gagal terhadap Presden Turki Tayyip Erdogan meninggal dunia di Amerika Serikat.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Ulama Turki Fethullah Gulen. Gulen yang dituduh melakukan kudeta gagal terhadap Erdogan beberapa tahun lalu meninggal dunia di Amerika Serikat. 

Segera setelah kudeta 2016, Erdogan menggambarkan jaringan Gulen sebagai pengkhianat dan "seperti kanker", dan bersumpah untuk membasmi mereka di mana pun mereka berada. Ratusan sekolah, perusahaan, media, dan asosiasi yang terkait dengannya ditutup dan asetnya disita.

Gulen mengutuk upaya kudeta tersebut. "Sebagai seseorang yang menderita berbagai kudeta militer selama lima dekade terakhir, sungguh menghina dituduh memiliki hubungan apa pun dengan upaya semacam itu," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dalam tindakan keras setelah kudeta yang gagal, yang menurut pemerintah menargetkan pengikut Gulen, sedikitnya 77.000 orang ditangkap dan 150.000 pekerja negara termasuk guru, hakim, dan tentara diskors berdasarkan peraturan darurat.

Perusahaan dan media yang dianggap terkait dengan Gulen disita oleh negara atau ditutup. Pemerintah Turki mengatakan tindakannya dibenarkan oleh beratnya ancaman yang ditimbulkan terhadap negara akibat kudeta tersebut.

Gulen juga menjadi tokoh yang terisolasi di Turki, dicerca oleh pendukung Erdogan dan dijauhi oleh oposisi yang melihat jaringannya telah berkonspirasi selama beberapa dekade untuk merusak fondasi sekuler republik tersebut.

Ankara telah lama berupaya agar dia diekstradisi dari Amerika Serikat.

Berbicara di kompleks rumahnya yang berpagar di Pegunungan Pocono, Pennsylvania, Gulen mengatakan dalam sebuah wawancara Reuters tahun 2017 bahwa ia tidak berencana untuk melarikan diri dari Amerika Serikat untuk menghindari ekstradisi. 

Bahkan saat itu, ia tampak lemah, berjalan sempoyongan dan selalu berada dekat dengan dokter yang telah lama merawatnya.

Gulen telah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk perawatan medis tetapi tetap di sana karena ia menghadapi penyelidikan kriminal di Turki. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved