Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Ulangan 30:19-20, Berkat dan Kutuk

Dalam kehidupan yang fana ini seringkali kita diperhadapkan pada banyak keputusan baik besar dan kecil.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Siswa PKL SMK Negeri 5 Manado/Gerald Bawele
Renungan harian Kristen Berkat dan Kutuk 

Ini merupakan suatu fakta yang diketahui oleh Tuhan, akan tetapi itu bukanlah menjadi sebuah alasan yang membuat kita tidak taat terhadap kebenaran Tuhan.

Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita melalui kematian-Nya di atas kayu salib, Tuhan telah mengutus Roh Kudus untuk menyelamatkan sehingga kita dapat melakukan apa yang diinginkan Tuhan. 

Akan tetapi ada juga orang yang percaya bahwa nilai kekayaan, keberhasilan, dan sejenisnya diukur sebagai “berkat” sehingga dapat berkata bahawa semuanya itu “diberkati  oleh Tuhan”, sedangkan disaat diperhadapkan dengan malapetaka, kemiskinan, penderitaan, atau bencana lainnya diukur sebaga suatui “kutuk” dan berangapan bahwa itu “dikutuk oleh Tuhan”.

Sepertinya mereka yang mengalami kesulitan, kemiskin, atau kekurangan tidak akan diberkati Tuhan atau dikutuk apakah pernyataan itu benar?

Di dalam Ulangan 11:26-28 disitu jelas menyatakan bahwa apabilah kita taat mendengarkan perintah Tuhan maka kita akan diberkati, akan tetapi sebaliknya jika kita tidak mendengarkan Tuhan maka kutuk yang akan kita terima.

Orang-orang kehilangan kemuliaan Tuhan Allah dan berkat  karena mereka memilih tidak taat dan memberontak terhadap perintah Allah (Roma 3:23; 6:23).

Dosa tidak hanya merupakan pelanggaran moral saja tetapi itu merupakan suatu tindakan yang memberontak kepada Allah dan itu diangap sebagai suatu pelanggaran terhadap kehendak-Nya.

Ini dapat diartikan bahwa manusia telah menolak kekuasaan Allah sebagai sumber berkat yang mengatur dan menuntun tujuan hidup manusia.

Karena itu, dosa memiliki konsekuensi yang berat, seperti hidup dengan dipenuhi “Berkat dari Allah” atau “hidup yang dipenuhi dengan kutukan”. 

Tentunya tidak ada satupun manusia didunia ini yang ingin dikutuk! Namun dalam Alkitab mengatakan bahwa orang yang selalu percaya dan mengandalkan Tuhan Allah sering kali melakukan hal-hal yang tidak setia kepada Dia dan melangar perintah-Nya, itulah  yang mengakibatkan kutuk bagi manusia.

Kita sering kali jatuh dan terjerumus ke dalam penderitaan dan kutuk karena keangkuhan dan kedegilan mereka!

Seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel, ketika Musa mengantar orang Israel menuju tanah perjanjian, Musa telah memperingati mereka untuk benar-benar taat, di mana ketaatan yang benar-benar berasal dari ketaatan kepada Tuhan sepanjang hidup mereka. 

Musa mengingatkan orang-orang untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupan mereka, terutama untuk menghindari tergoda oleh berbagai kenikmatan dan kebaikan yang mereka rasakan sementara, yang dapat membuat mereka menjadi angkuh.

Akan tetapi bangsa Israel selalu memberontak dan meragukan kasih kebsesaran Tuhan itulah yan menyebabkan kemarahan Tuhan terhadap mereka.  

Manusia diminta untuk mensyukuri karya kasih TUHAN dalam hidup ini dan menghayatinya dengan benar sehingga disaat kita meninggalkan dunia ini, berkat dan kemurahan akan diwariskan kepada generasi selanjutnya dan kehidupan mereka selanjutnya tetap berada dalam kemurahan dan berkat Tuhan. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved