Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Buku Legacy Olly Dondokambey

Alasan Menghadirkan Buku Legacy Olly Dondokambey, Sang Pesulap Merah dari Pasifik

Menghadirkan Dirut BNI Royke Tumilaar, jurnalis senior J Osdar dan Stafsus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata Dino Gobel sebagai pembicara.

Tribun Manado
Gubernur Sulut Olly Dondokambey menandatangani buku Legacy Sang Pesulap Merah dari Pasifik di Hotel Lume'os, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (14/10/2024). 

Bab 4 membahas tema Menguatkan Budaya dan Spirit Toleransi

Sedangkan Bab 5 berisi tulisan dari 15 tokoh lintas profesi yang memberi penilaian tentang Olly Dondokambey

Di antaranya Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut Andry Prasmuko, Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa, Ketua Kadin Manado Jemmy Asiku dan Dekan FISIP Unsrat Manado Dr Ferry Daud Liando. 

Buku ini juga dilengkapi data diri dan daftar penghargaan yang pernah diterima Olly Dondokambey.

Alasan Menghadirkan Buku Ini

Pramoedya Ananta Toer pernah menulis bahwa orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tak menulis, maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Sebab menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Pernyataan sastrawan terkemuka Indonesia tersebut relevan dengan acara peluncuran buku Legacy Olly, Sang Pesulap Merah dari Pasifik.

Sebab buku ini adalah bagian dari upaya atau bekerja untuk keabadian. Bagian dari catatan sejarah. 

Kita semua akan tiada. Tapi setidaknya kita mau, anak cucu kita tahu apa saja yang telah kita lakukan.

Maka kehadiran buku ini adalah bagian mengabadikan sebagian dari apa yang telah dilakukan Pak Olly Dondokambey selama mengemban amanah sebagai Gubernur Sulawesi Utara. 

Buku ini diharapkan dapat menginspirasi atau membuka wawasan kita tentang bagaimana mengelola daerah dengan segala tantangannya.

Kita tahu saat ini, Sulut telah menjadi pintu gerbang Indonesia dari dan ke sejumlah negara di Pasifik seperti Jepang, China, Korea dan beberapa negara lainnya.

Efek positifnya, masyarakat Sulut lebih mudah ke negara-negara di Pasifik. Sebaliknya mereka makin mudah ke Sulut.

Juga memberi dampak ekonomi karena ekspor dan impor makin mudah. Sulut pun makin dikenal oleh masyarakat internasional. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved