Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Roket Hizbullah Hantam Kiryat Shmona - Israel: Pria dan Wanita Tewas, 5 Lainnya Luka

Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan roket yang menewaskan seorang pria dan seorang wanita di Kiryat Shmona, Israel utara.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di sebuah rumah setelah terkena dampak roket di Kiryat Shmona, 9 Oktober 2024. Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan roket yang menewaskan seorang pria dan seorang wanita di Kiryat Shmona, Israel utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan roket yang menewaskan seorang pria dan seorang wanita sertai lukai 5 orang di Kiryat Shmona.

Kelompok tersebut mengklaim telah menargetkan “perkumpulan pasukan musuh Israel” di kota perbatasan yang sebagian besar telah dievakuasi.

Namun, laporan media Ibrani menunjukkan bahwa mereka yang tewas adalah pasangan yang sedang berjalan-jalan dengan anjing mereka.

Dikutip TOI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengatakan dampak tersebut telah memicu kebakaran di beberapa gedung di kota, dengan lima tim bekerja untuk memadamkannya.

Komando Hizbullah

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan Hizbullah masih terorganisasi dan belum kehilangan rantai komandonya meskipun ada serangan Israel.

"Menurut penilaian kami, Hizbullah, termasuk sayap militernya, belum kehilangan rantai komandonya dan menunjukkan organisasinya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova kepada wartawan.

Zakharova menyalahkan Barat, khususnya Amerika Serikat dan Inggris, karena memicu konflik di Timur Tengah dan menunjukkan kemunafikan melalui dukungannya terhadap Israel.

Rusia juga mengecam Israel atas serangan terhadap Suriah yang dikaitkan dengan tetapi tidak diklaim oleh negara Yahudi tersebut.

“Sekali lagi, Israel telah melanggar kedaulatan Suriah dengan meluncurkan serangan rudal terhadap gedung apartemen bertingkat di daerah padat penduduk di Damaskus,” kata Zakharova.

"Sangat keterlaluan bahwa tindakan seperti itu benar-benar berubah menjadi praktik rutin yang diterapkan di Suriah, Lebanon, dan Jalur Gaza," kata Zakharova, seraya menambahkan bahwa hal ini menunjukkan keinginan Israel untuk lebih memperluas geografi eskalasi bersenjata di wilayah tersebut. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved