Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kepala Polisi Israel "Menyerah" Atasi Teror di Hadera

Kepala Polisi Israel Daniel Levy menarik perhatian banyak orang dengan menyiratkan di lokasi serangan penusukan hari ini di Hadera.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kepala Polisi Israel Daniel Levy. Daniel menarik perhatian banyak orang dengan menyiratkan di lokasi serangan penusukan hari ini di Hadera. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Kepala Polisi Israel Daniel Levy menarik perhatian banyak orang dengan menyiratkan di lokasi serangan penusukan hari ini di Hadera bahwa polisi saat ini tidak mampu mencegah serangan teror secara memadai.

"Saya ingin menekankan bahwa Kepolisian Israel, saat ini, seperti yang Anda ketahui, sudah kewalahan," katanya. "Saya turut prihatin dengan mereka yang terluka, tetapi tampaknya inilah yang harus kita hadapi dalam periode ini dan kita harus kuat."

Serangan itu, di empat lokasi berbeda, dilakukan oleh seorang warga negara Israel dari kota Arab terdekat Umm al-Fahm, dan menyebabkan enam orang terluka, termasuk dua orang dalam kondisi kritis dan tiga orang dalam kondisi serius.

Lima orang terluka oleh pecahan peluru akibat hantaman roket di wilayah Haifa, kata petugas medis.

Layanan ambulans Magen David Adom mengatakan pihaknya membawa seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dalam kondisi sedang, dan empat lainnya berusia 40-an dan 50-an dalam kondisi ringan, ke Rumah Sakit Rambam setelah mereka terkena pecahan peluru.

Selain itu, seorang pengendara sepeda berusia 36 tahun mengalami luka ringan akibat tabrakan dengan sebuah mobil saat sirine berbunyi di area tersebut. Ia juga dibawa ke Rumah Sakit Rambam, kata MDA.

Sekitar 40 roket diluncurkan ke daerah itu, menurut IDF.

Sebelumnya, seorang tentara Israel tewas dalam operasi darat baru di Jalur Gaza utara, Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan pada hari Selasa.

Sersan Staf Noam Israel Abdu, 20, dari Batalyon ke-17 Brigade Bislamach, dari kota pusat Kadima-Zoran, tewas pada hari Senin saat pasukan memerangi Hamas di Jabaliya, Gaza utara.

Brigade Bislamach adalah Sekolah Profesi Korps Infanteri dan Komandan Regu milik IDF selama masa damai. Abdu, yang merupakan anggota Batalyon ke-12 Brigade Golani, bertugas bersama Bislamach saat ia menjalani kursus komandan regu di sekolah tersebut.

Kematiannya menambah jumlah korban tewas Israel dalam serangan darat terhadap Hamas di Gaza dan operasi di sepanjang perbatasan menjadi 350. 

Jumlah korban terdiri dari 348 tentara, seorang polisi yang tewas dalam misi penyelamatan sandera, dan seorang kontraktor sipil Kementerian Pertahanan.

IDF mengatakan seorang prajurit lain dari batalion itu terluka parah dalam insiden yang sama di mana Abdu terbunuh.

Pada hari Minggu, IDF mengatakan bahwa pasukan Divisi ke-162 telah mengepung Jabaliya dalam operasi darat baru yang menargetkan upaya Hamas untuk membangun kembali dirinya di Gaza utara.

Militer mengatakan operasi itu dilancarkan menyusul adanya laporan intelijen mengenai operasi dan infrastruktur Hamas saat kelompok teror itu berupaya berkumpul kembali di sana.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved