Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Jakarta 2024

Dharma Pongrekun Debat dengan Ridwan Kamil: Pandemi Covid-19 adalah Agenda Asing

Cagub Jakarta Dharma Pongrekun Debat dengan Ridwan Kamil. Sebut Pandemi Covid-19 adalah Agenda Asing.

Editor: Frandi Piring
Kompas TV
Cagub Jakarta Dharma Pongrekun Debat dengan Ridwan Kamil. Sebut Pandemi Covid-19 adalah Agenda Asing. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Calon Gubernur (Cagub) Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun menyatakan bahwa keyakinannya mengenai pandemi Covid-19 sebagai agenda terselubung pihak asing.

Hal itu diungkapkannya dalam debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada Jakarta 2024, yang digelar pada Minggu (6/10/2024).

Isu terkait Covid - 19 muncul dalam debat Cagub-Cawagub DKI Jakarta ini setelah calon gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil, bertanya kepada Dharma bagaimana respons negara seharusnya jika waktu diputar kembali, terkait upaya melindungi masyarakat saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Pemilih Bimbang 44 Persen: Pilkada Jakarta 2024 Masih Dinamis

Agenda terselubung asing

Dharma merespons RK dengan menyatakan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia beberapa tahun lalu merupakan isu kesehatan yang diselimuti agenda terselubung asing.

Dharma mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan melihat hal-hal yang tersirat di balik isu pandemi ini.

Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan skenario yang didesain untuk mengambil kedaulatan Indonesia dan mengancam keselamatan rakyat.

"Saya paham betul tentang pandemi ini. Ini adalah agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan kita," tegas Dharma.

"Begitu rapuhnya bangsa ini sampai harus mengikuti istilah asing.

Kenapa bukan Tofik? Kenapa mengikuti Covid?" tanyanya.

Dharma juga mengklaim bahwa swab antigen atau tes PCR hanya mengecek asidosis seseorang, bukan virus.

Sebagai calon pemimpin, Dharma berjanji akan melindungi masyarakat Jakarta dengan segala cara.

"Jangan sampai gara-gara pandemi, ekonomi hancur, masyarakat terbiasa online, UMKM hancur, dan rakyat ditakut-takuti," ujarnya.

"Bagaimana bisa menuju kota global sejati kalau hati rakyatnya disakiti, pikirannya dirusak, dan tubuhnya diracuni? Semua itu omong kosong belaka," tambah Dharma.

Dalam menjawab pertanyaan Ridwan Kamil, Dharma juga mengajak masyarakat untuk mendukung program-program yang ia miliki bersama pasangannya, Kun Wardana.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved