Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilgub Sulut

Terkait Program 3 Paslon di Pilgub Sulut, Pengamat Sebut Harus Sentuh Harapan Masyarakat 

Ketiganya adalah Yulius Stevanus Komaling - Victor Mailangkay (YSK-VM), Elly Engelbert Lasut - Hanny Joost Pajouw (E2L-HJP), dan Steven Kandouw.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Josep Kairupan
Pengamat Politik Sulawesi Utara (Sulut) Josep Kairupan. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -- Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) diisi oleh tiga pasangan calon.

Ketiganya adalah Yulius Stevanus Komaling - Victor Mailangkay (YSK-VM), Elly Engelbert Lasut - Hanny Joost Pajouw (E2L-HJP), dan Steven Kandouw - Denny Tuejeh (SK-DT). 

Ketiga cagub Sulut tersebut mengusung programnya masing-masing.

YSK-VM mengusung kesejahteraan petani, E2L-HJP fokus ke pendidikan dan peningkatan SDM, dan SK-DT mengusung program Sulut sebagai gerbang Pasifik.

Pengamat Politik Sulut Josep Kairupan pun mengomentari ketiga program dari cagub Sulut tersebut.

Menurutnya, apapun yang ditawarkan ketiga Paslon tersebut sangat baik dan menjadi kebutuhan Sulut. 

Tapi ia mengatakan program tersebut harus melihat prioritas dari masyarakat dan apa yang paling mendesak.

Selain itu, program dari ketiga paslon tersebut ada yang memenuhi harapan masyarakat bahkan ada yang kurang.

"Jadi kalau bicara soal program harus menyentuh langsung dan sesuai dengan harapan masyarakat," ungkapnya via telepon, Rabu 2 Oktober 2024.

Terkait kesejahteraan petani, saat ini 50 persen masyarakat Sulut adalah petani. 

Namun, progam ini harus dibarengi dengan peningkatan ekonomi dan UMKM juga. 

Menurutnya, ada petani yang juga membutuhkan pembangunan infrastruktur seperti jalan agar mempermudah akses panen dan jual belinya. 

Untuk program peningkatan kualitas pendidikan dan SDM dari paslon E2L-HJP, menurutnya sangat penting.

Tapi dosen di Fisip Unsrat Manado ini mengatakan peningkatan kualitas pendidikan dan SDM harus dibarengi dengan lapangan pekerjaan yang memadai.

Sangat penting untuk menciptakan pekerjaan baru dan ekonomi kreatif agar SDM yang diciptakan tidak mubasir dan bekerja di daerah sendiri. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved