Jumat, 29 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bisakah Harris Mengalahkan Trump? Cek Survei Terbaru

Wakil Presiden Kamala Harris akan berhadapan langsung dengan mantan Presiden Donald Trump saat warga Amerika memberikan suara.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kamala Harris dan Donald Trump. Wakil Presiden Kamala Harris akan berhadapan langsung dengan mantan Presiden Donald Trump saat warga Amerika memberikan suara. 

Sementara Trump juga memiliki skor dukungan negatif -9,6, Harris berhasil menembus skor positif untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, menurut rata-rata FiveThirtyEight.

Tingkat kesukaannya saat ini hanya +1,1, mencapai titik impas pada pertengahan September.

Debat bulan September mungkin menjadi kesempatan Harris untuk mengubah persepsi publik terhadapnya dan akhirnya menumbuhkan opini yang lebih baik terhadap dirinya dan kampanyenya.

Isu-isu Penting

Masalah paling penting yang memengaruhi bagaimana orang akan memilih dalam pemilihan umum ini adalah tetap ekonomi , terlepas dari afiliasi politiknya.

Sebuah jajak pendapat dari Redfield & Wilton Strategies, terhadap 2.500 orang dewasa AS hingga 26 September, menunjukkan bahwa aborsi dianggap sebagai isu terpenting kedua, bagi 37 persen pemilih, diikuti oleh imigrasi sebesar 34 persen.

Namun, bagi pemilih Trump, prioritas ini terbalik.

Lebih dari separuh (57 persen) pemilih Trump memandang imigrasi sebagai salah satu isu terbesar, di tengah ketegangan keamanan perbatasan dan klaim Trump dan Partai Republik yang baru-baru ini dibantah tentang migran Haiti.

Menariknya, perawatan kesehatan dan aborsi dianggap sebagai isu terpenting berikutnya bagi pemilih Trump – masing-masing sebesar 23 persen.

Meskipun Trump telah menganjurkan perombakan Obamacare, dengan berbagai upaya yang gagal selama masa kepresidenannya, ia tidak dapat menguraikan kebijakan perawatan kesehatan alternatif pada debat presiden bulan September.

Sementara itu, aborsi menjadi pusat perhatian para pemilih Harris (55 persen); Harris sendiri kritis terhadap larangan aborsi, menyusul pembatalan putusan Roe v Wade.

Perawatan kesehatan juga merupakan prioritas utama bagi pemilih Harris (40 persen), diikuti oleh perumahan (23 persen).

Negara Bagian Penentu

Jajak pendapat terkini dari negara-negara bagian yang menjadi penentu oleh Bloomberg/Morning Consult menunjukkan Harris unggul rata-rata +3 poin, mulai dari selisih tipis dengan Trump hingga keunggulan +7 poin.

Jajak pendapat terhadap lebih dari 6.000 pemilih terdaftar di negara-negara bagian yang menjadi penentu dilakukan pada tanggal 19-25 September, dengan margin kesalahan berkisar antara 1 hingga 4 persen di setiap negara bagian.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved