Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kelompok Bersenjata Tembak Mati Kepala Pasukan Garda Revolusi Iran, Mossad Terlibat?

Kelompok bersenjata tak dikenal menewaskan enam orang dalam dua serangan terpisah pada hari Selasa 1 Oktober 2024 di provinsi yang sama di Iran.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado/AFP
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Kelompok bersenjata tak dikenal menewaskan enam orang dalam dua serangan terpisah pada hari Selasa 1 Oktober 2024 di provinsi yang sama di Iran selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Teheran — Kelompok bersenjata tak dikenal menewaskan enam orang dalam dua serangan terpisah pada hari Selasa 1 Oktober 2024 di provinsi yang sama di Iran selatan, termasuk seorang kepala Garda Revolusi paramiliter setempat, lapor TV pemerintah.

Kepala dewan kota dan dua anggota relawan Garda Nasional juga termasuk di antara korban tewas dalam serangan pertama, katanya. 

Kejadian ini berlangsung di tengah memanasnya hubungan Israel - Iran. Bahkan sehari sebelumnya, mantan Presiden Iran Ahmadinejad mengeklaim agen rahasia Israel, Mossad telah menyusup ke militer Iran.

Peristiwa ledakan ribuan pager yang mencederai pejuang Hizbullah juga dikaitkan operasi Mossad.

Serangan itu terjadi setelah para korban mengikuti upacara sekolah di kota Nikshahar, sekitar 1.350 kilometer (840 mil) di tenggara ibu kota, Teheran, kata laporan itu.

Laporan itu mengidentifikasi kepala dewan kota sebagai Parviz Kadkhodaei tetapi tidak memberikan rincian lain tentang serangan di provinsi tenggara Sistan dan Baluchistan.

“Empat orang, termasuk tiga personel militer, tewas dalam serangan teroris di Bent,” sebuah kota kecil di selatan Sistan-Baluchistan, kata kantor berita resmi IRNA.

Dilaporkan juga bahwa dua petugas polisi ditembak mati di mobil mereka di kota Khash di provinsi yang sama.

Tidak ada yang langsung bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada bulan September, orang-orang bersenjata menewaskan empat penjaga perbatasan di provinsi tersebut dalam dua serangan terpisah.

Kelompok militan Jaish al-Adl, yang memperjuangkan hak-hak yang lebih besar bagi minoritas etnis Baluch, mengaku bertanggung jawab atas salah satu serangan tersebut, yang menewaskan seorang perwira dan dua prajurit penjaga perbatasan.

Provinsi yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan ini telah menjadi lokasi bentrokan mematikan yang melibatkan kelompok militan, penyelundup narkoba, dan pasukan keamanan Iran.

Provinsi ini merupakan salah satu wilayah Iran yang paling kurang berkembang. Hubungan antara penduduk wilayah yang mayoritas beragama Sunni dan teokrasi Syiah Iran telah lama tegang. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved