Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jerman - Inggris: Pembunuhan Pemimpin Hizbullah Nasrallah, Israel Bela Diri

Jerman - Inggris sebut Pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah oleh Israel di Beirut Lebanon merupakan penggunaan haknya untuk membela diri.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Perempuan Lebanon dan Palestina memegang foto pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah selama protes di Sidon, Lebanon, Minggu 29 September 2024. Jerman - Inggris sebut Pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah oleh Israel di Beirut Lebanon merupakan penggunaan haknya untuk membela diri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah oleh Israel dalam serangan udara dahsyat di Beirut Lebanon merupakan penggunaan haknya untuk membela diri, kata juru bicara kementerian luar negeri Jerman.

"Hizbullah tentu saja merupakan organisasi teroris dan itu jelas merupakan pertemuan para pemimpin puncak Hizbullah, yang darinya orang dapat berasumsi, bahkan dari kejauhan, bahwa mereka sedang merencanakan operasi selanjutnya," kata juru bicara tersebut.

“Jadi dalam hal ini, ada juga alasan untuk percaya bahwa hak untuk membela diri telah dilaksanakan di sini,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai kematian warga sipil dalam insiden tersebut, juru bicara tersebut berkata, “Setiap korban sipil adalah korban sipil yang terlalu banyak.”

Sementara itu, Kremlin, mengomentari laporan Reuters bahwa Garda Revolusi Iran sebagian besar menggunakan perangkat komunikasi buatan dalam negeri atau buatan Rusia atau Cina, mengatakan hubungan dagang Moskow - Rusia dengan Teheran sedang berkembang.

Seorang pejabat keamanan Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran khawatir tentang penyusupan oleh agen Israel menyusul serangan pager mematikan terhadap Hizbullah awal bulan ini. Kelompok teror yang bermarkas di Lebanon itu adalah perwakilan Iran dan utusan Teheran untuk Beirut termasuk di antara yang terluka.

Operasi skala besar untuk memeriksa semua perangkat komunikasi yang digunakan oleh Garda Revolusi sedang berlangsung, pejabat itu menambahkan.

Inggris mengatakan bahwa semua pihak dalam konflik antara Israel dan Hizbullah harus mencari de-eskalasi dan gencatan senjata, dan menegaskan kembali bahwa mereka yang terlibat dalam konflik harus mundur dari tepi jurang.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa dukungan Inggris terhadap hak Israel untuk membela diri adalah “kuat,” tetapi hanya gencatan senjata yang dapat memulihkan stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved