Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tajuk Tamu

Gerakan Alumni Peduli FK Unsrat: Seratus Ribu Berjuta Makna

Gerakan Alumni Peduli Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi mengokohkan ikatan kesejawatan dokter. 

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
dokumentasi pribadi
dr Dolly RD Kaunang SpJP, SpKP 

Oleh dr Dolly RD Kaunang SpJP, SpKP 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gerakan Alumni Peduli Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi mengokohkan ikatan kesejawatan dokter. 

Peringatan tiga tahun aksi solider saratus ribu rupiah di Pandu, Manado (16/9/2024), sarat pesan etis memperlakukan teman sejawat sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.

SUPERSENIOR MEMBERI TELADAN

Memberi sumbangan pada teman sejawat yang dirundung duka diharapkan beban hati keluarga yang berkabung tidak bertambah berat dengan menerima sumbangan duka tersebut.   

Seratus ribu rupiah hanya simbol. Solidaritas yang membangkitkan sikap tenggang rasa pada teman sesama profesi akan makin merekatkan ikatan kesejawatan.   

Hippocrates, Bapak Kedokteran, melegasikan pesan moral profesi luhur tertua sejagat yang amat sarat dengan prinsip perilaku rendah hati, rasa terima kasih, dan kemurahan hati. 

Figur medis paling terkemuka sepanjang masa ini mengusung model keteladanan. 

Gerakan ini diprakarsai oleh beberapa supersenior alumni FK Unsrat : dr John Kumaat; dr Gina Lalamentik, Prof dr Jootje Umboh, dr Frans Pelealu; dr Willy Kalalo; Prof dr Willy Siagian; dr Hanny Nayoan; dr Daniel Masengi; dr Harry Sumual dan dr Arthur Tampi.

Gerakan ini bagaikan menemukan oase di tengah dahaga keluhuran budi, kemurnian niat, integritas sosial dan inklusifitas sebagai kredo profesi.  

Teladan yang menggugah sukma serta menggerakkan hati. 

GERAKAN INKLUSIF

Perubahan sosial merupakan hal yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan bermasyarakat. 

Fenomena modernisasi secara tidak langsung merupakan salah satu faktor penyebab munculnya sikap individualisme.  

Menurunnya kemampuan bekerja-sama dalam kelompok, berkurangnya kepekaan sosial, serta menjadi makin egois. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved