Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paus Fransiskus Berdoa untuk Sandera Hamas: Serukan Perdamaian Palestina - Israel

Paus Fransiskus mengatakan dia bertemu dengan ibu dari Hersh Goldberg-Polin, sandera yang dibunuh.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Paus Fransiskus. Bapa Suci mengatakan dia bertemu dengan ibu dari Hersh Goldberg-Polin, sandera yang dibunuh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Paus Fransiskus mengatakan dia bertemu dengan ibu dari Hersh Goldberg-Polin, sandera yang dibunuh.

Paus mengungkapkan kedekatannya dengan kerabat enam sandera Israel yang jasadnya ditemukan di Gaza awal bulan ini setelah mereka dieksekusi di terowongan Hamas.

“Saya memikirkan Timur Tengah. Begitu banyak korban yang tidak bersalah. Saya memikirkan para ibu yang kehilangan putra mereka karena perang. Betapa banyak kehidupan anak muda yang berakhir,” kata Fransiskus di akhir doa Angelus. 

“Saya memikirkan Hersh Goldberg-Polin, yang ditemukan tewas pada awal September bersama lima sandera lainnya di Gaza,” ujarnya.

“Pada bulan November tahun lalu, saya bertemu dengan ibunya, Rachel, yang kemanusiaannya menyentuh hati saya. Saya menemaninya. Saya berdoa untuk para korban dan terus dekat dengan semua keluarga sandera,” tambahnya.

“Biarkan konflik di Palestina dan Israel berhenti. Biarkan kekerasan berhenti. Biarkan kebencian berhenti. Biarkan para sandera dibebaskan. Biarkan negosiasi berlanjut. Dan semoga solusi untuk perdamaian ditemukan,” imbuh Fransiskus.

Tuntut Kesepakatan

Ibu dari seorang tentara Israel yang diculik memutar klip audio putranya yang berbicara kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari penahanannya di Gaza pada protes mingguan di Tel Aviv pada Sabtu malam, saat ratusan ribu orang berkumpul di berbagai lokasi di seluruh negeri untuk berdemonstrasi menentang pemerintah dan menuntut kesepakatan pembebasan sandera-gencatan senjata.

Klip audio Matan Angrest , yang berdurasi sekitar 30 detik, merupakan tanda kehidupan publik pertama darinya sejak ia diculik dari pangkalan militer Nahal Oz pada pagi hari tanggal 7 Oktober.

Dalam rekaman tersebut, yang menurut Forum Sandera dan Keluarga Hilang diperoleh baru-baru ini di Gaza, Angrest menggunakan terminologi yang kemungkinan besar didiktekan oleh para penculiknya dari Hamas, dan menyebut dirinya dan para sandera lainnya sebagai “tahanan.”

"Netanyahu," katanya dalam klip tersebut, "Anda harus, harus melakukan pertukaran ini antara tahanan (Palestina) di Israel dan tahanan di sini. Saya sangat ingin bertemu keluarga dan teman-teman saya, ini sangat penting. Saya pikir Anda mampu melakukannya. Saya percaya pada Anda."

Ibunya, Anat Angrest, memilih memutar rekaman itu pada rapat umum mingguan di Tel Aviv untuk menyuarakan tuntutannya akan kesepakatan untuk mengamankan pembebasan 101 sandera yang masih ditawan di Gaza.

Dia memutar klip putranya setelah pidatonya sendiri kepada perdana menteri.

“Bibi,” ia memulai, menuai cemoohan dari hadirin saat nama panggilan perdana menteri itu disebut, “Saya pikir mungkin setelah setahun Anda dapat membantu saya menjawab pertanyaan anak-anak saya.”

“Bu, apakah Matan sudah makan?” katanya, mengutip percakapannya dengan anak-anaknya. “Bu, apakah Ibu masih percaya Matan akan kembali?”

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved