Breaking News
Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Prediksi Electoral College Harris vs Trump di Pilpres AS 2024

Diprediksikan total suara Electoral College untuk Wakil Presiden Kamala Harris dan Donald Trump.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Wakil Presiden Kamala Harris dan mantan Presiden Donald Trump. Diprediksikan total suara Electoral College untuk Wakil Presiden Harris dan Trump. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Menjelang Pilpres AS 2024, diprediksikan total suara Electoral College untuk Wakil Presiden Kamala Harris, calon presiden dari Partai Demokrat dan Donald Trump, calon presiden dari Partai Republik.

Menurut model perkiraan nasional The Economist yang diterbitkan pada belum lama ini, Harris dan Trump memiliki peluang sekitar 1 banding 2 untuk memenangkan Electoral College, yang memberikan setiap negara bagian sejumlah suara elektoral berdasarkan jumlah penduduk. 

Seorang kandidat presiden perlu mengamankan 270 suara elektoral untuk menang dan memenangkan suara terbanyak nasional tidak menjamin Gedung Putih.

Natalie Venegas dar Newsweek melaporkan, prediksi menunjukkan bahwa kisaran median kemungkinan total suara elektoral untuk Harris adalah 272 sementara Trump di 266.

Ini merupakan perubahan dari Pilpres 2020 di mana Trump memperoleh 232 suara elektoral dan calon Demokrat Joe Biden memperoleh 306 suara.

Menurut The Economist, model tersebut memperkirakan peluang masing-masing kandidat utama untuk memenangkan setiap negara bagian dan Electoral College secara keseluruhan. 

Dikembangkan oleh Universitas Columbia, perkiraan tersebut menggabungkan jajak pendapat tingkat nasional dan negara bagian dengan data fundamental tentang keadaan ekonomi, pola pemungutan suara historis, dan demografi masing-masing negara bagian untuk memprediksi kemungkinan berbagai hasil pemilihan dengan menyusun ribuan skenario.

"Untuk menghitung kemungkinan total suara elektoral, kami menjalankan lebih dari 10.000 simulasi pemilu. Peluang seri dalam pemilihan elektoral kurang dari 1 banding 100," kata The Economist.

Prediksi tersebut juga menunjukkan Arizona, Georgia, North Carolina, Pennsylvania, Wisconsin, Nevada, dan Michigan sebagai negara bagian utama yang perlu diwaspadai dalam hal suara Electoral College karena negara bagian medan pertempuran tersebut, yang bernilai 77 suara elektoral, akan memainkan peran kunci dalam menentukan hasil pemilu tahun ini.

Yang paling menonjol, model perkiraan menunjukkan Pennsylvania memiliki peluang tertinggi sebesar 24 persen untuk menjadi negara bagian yang menentukan pemilu dengan 19 suara elektoral.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Emerson College dan RealClearPennsylvania yang dipublikasikan pada hari Jumat menunjukkan bahwa dari 1.000 calon pemilih Pennsylvania yang disurvei pada tanggal 13 dan 14 Agustus, 49 persen mendukung Trump, dan 48 persen mendukung Harris. Jajak pendapat tersebut memiliki margin kesalahan sebesar 3 persen, yang berarti kedua kandidat berada dalam posisi seri secara statistik.

Hal ini terjadi karena perolehan suara calon presiden dari Partai Demokrat mengalami perubahan drastis dalam jajak pendapat sejak Biden membuat keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk keluar dari persaingan pada tanggal 21 Juli dan mendukung wakil presidennya. Harris telah melonjak dalam jajak pendapat — mengungguli Trump dalam rata-rata jajak pendapat nasional dan negara bagian yang menjadi penentu sementara Biden secara umum tertinggal.

Pergeseran tersebut juga dapat dilihat dari analisis yang dilakukan oleh Decision Desk HQ pada bulan Februari, yang berdasarkan pada jajak pendapat di seluruh negeri, yang memperkirakan bahwa Trump akan memenangkan total 312 suara Elektoral pada bulan November, jumlah terbesar yang diperoleh kandidat GOP sejak kemenangan George HW Bush tahun 1988 ketika ia memperoleh 426 suara.

Menurut prediksi Decision Desk HQ saat itu, Trump berada di jalur yang tepat untuk memenangkan sejumlah negara bagian yang dimenangkan Biden pada tahun 2020, termasuk Arizona dan Nevada.

Selain itu, Trump juga dikatakan akan memenangkan negara bagian yang disebut "Tembok Biru", yaitu Michigan, Wisconsin, dan Pennsylvania.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved