Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi

Disebut Tinggal Menunggu Waktu, Ini Sejarah Gempa Dasyat di Zona Megathrust Selatan Jawa

Ancaman bahaya gempa bumi tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di zona megathrust.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Ilustrasi Gempa Bumi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui saat ini tengah menjadi sorotan soal ancaman gempa megathrust.

Sebelumnya pihak BMKG telah menyampaikan soal adanya potensi gempa besar terjadi di Indonesia.

Dimana gempa tersebut khususnya di zona megathrust.

Dalam penyampayian pihak BMKG ada beberapa wilayah di zona megathrust yang berpotensi jadi pemicu gempa besar.

Hal ini menjadi perhatian publik hingga viral di media sosial.

Lantas dimana zona megathrust itu?

Berikut ini sejarah gempa di megathrust.

Berapa kekuatan magnitudo gempa yang terjadi di zona megathrust? simak berikut ini.

Ancaman bahaya gempa bumi tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di zona megathrust.

Di gugusan kepulauan Indonesia, salah satu lokasi zona megathrust berada di sebelah selatan Pulau Jawa, tepatnya di perairan Samudera Hindia.

Pada dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017, terdapat Pemutakhiran Segmentasi Megathrust Peta Gempa Nasional 2017 yang membagi zona megathrust selatan Jawa menjadi tiga segmen.

Ketiga segmen zona megathrust selatan Jawa yaitu Segmen Banten-Selat Sunda, Segmen Jawa Barat, dan Segmen Jawa Tengah-Jawa Timur.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan bahwa megathrust merupakan zona pertemuan antar-lempeng tektonik bumi yang berpotensi memicu gempa kuat dan tsunami.

Sementara, dikutip dari laman BPBD DI Yogyakarta, keberadaan zona megathrust selatan Jawa sebenarnya bukan merupakan hal baru karena sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat rangkaian busur kepulauan di Indonesia terbentuk.

Sejarah Kegempaan Zona Megathrust Selatan Jawa

Kejadian gempa di zona megathrust selatan Jawa juga sempat tercatat baik dalam skala kecil hingga yang kekuatannya dapat merusak.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved