Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi

Lokasi Ini Diperkirakan Diguncang Magnitudo Besar, Gempa Megathrust Disebut Tinggal Menunggu Waktu

Selain itu, kerawanan gempa yang tinggi di Indonesia juga diakibatkan oleh jalur pertemuan lempeng.

Editor: Glendi Manengal
TRIBUN TIMUR
ilustrasi gempa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui wilayah Indonesia rawan bencana.

Salah satu bencana yang diwaspadai yakni gempa bumi.

Seperti yang diketahui wilayah Indonesia masuk dalam Ring of Fire.

Dimana Indonesia secara geografis, terletak pada rangkaian Cincin Api.

Atau disebut Circum-Pacific Belt, adalah rangkaian gunung berapi sepanjang 40.000 km dan situs aktif seismik yang membentang di Samudra Pasifik. 

Hal tersebut membuat Indonesia menjadi wilayah yang rentan mengalami gempa bumi.

Selain itu, kerawanan gempa yang tinggi di Indonesia juga diakibatkan oleh jalur pertemuan lempeng.

Dilansir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia adalah daerah rawan gempa Bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.

Terkait hal tersebut BMKG pun memperkirakan ada lokasi yang bisa memicu gempa dahsyat.

Berikut ini penjelasan BMKG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa megathrust  di Indonesia tinggal menunggu waktu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono ketika menyinggung kekhawatiran ilmuwan Indonesia soal seismic gap megathrust  Selat Sunda dan megathrust  Mentawai-Siberut.

Untuk diketahui, seismic gap adalah wilayah di sepanjang batas lempeng aktif yang tidak mengalami gempa besar atau gempa selama lebih dari 30 tahun.

BMKG memperkirakan, megathrust  Selat Sunda bisa memicu gempa dahsyat dengan kekuatan maksimal M 8,7 dan megathrust  Mentawai-Siberut M 8,9.

“Rilis gempa di kedua segmen megathrust  ini boleh dikata 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar,” ujar Daryono dalam keterangan resminya, Minggu (11/8/2024).

Dampak Megathrust  Selat Sunda dan Mentawai-Siberut

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved