Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

HUT ke 79 RI

Fakta Bendera Merah Putih yang Dijahit Fatmawati, Mulai Ukuran Hingga Asal Kain

Seorang tangan kanan Tan Malaka yang tak tega lalu mencari kain baru yang lebih besar, dapat di sebuah warung soto.

Editor: Alpen Martinus
Frans Mendur/Domain Publik
Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di halaman gedung Pegangsaan Timur 56 setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno. 

Setelah itu buru-buru ia membawa kain merah tersebut ke rumah Ibu Fat. Begitu diserahkan, Kustaryo langsung pergi lagi. Bahkan ketika bendera itu dikibarkan pada saat proklamasi, ia pun tidak tahu.

“Setelah itu saya lalu pergi dari Jakarta, kembali bergabung dengan rekan-rekan pejuang lain. Maklum waktu itu tentara Jepang yang bersenjata masih banyak berkeliaran. Belum lagi pasukan Inggris,” kenangnya.

Selang beberapa tahun kemudian, suatu hari Kustaryo ketemu Ibu Fat lagi di Yogyakarta. Iseng-iseng ia bertanya apakah bendera pusaka yang dikibarkan pada saat proklamasi tersebut adalah bendera yang kain merahnya pemberian dia dulu.

“Bu Fat menjawab, benar! Kain merah yang saya jahit itulah pemberian Saudara. Saudara memang sungguh berjasa. Terima kasih ... saya sampai lupa,” begitu jawaban Ibu Fat seperti yang ditirukan Kustaryo.

Sumber: Grid.ID
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved