Pilpres AS
Survei Terbaru Trump vs Harris: Capres Republik Pertahankan Basis Lama
Mantan Presiden Donald Trump mempertahankan pemilih basis lama (2020), sedangkan pendukung Joe Biden bermigrasi ke Kamala Harris.
Sebanyak 32 persen mengatakan mereka cemas . Mayoritas calon pemilih Harris (54 persen) yakin akan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dan menutupi biaya hidup, sedangkan hanya sekitar sepertiga (34 persen) calon pemilih Trump yang merasa demikian.
Warga Amerika juga lebih optimis terhadap masa depan. Sebanyak 34 persen responden berpikir bahwa situasi keuangan mereka akan membaik tahun depan, dan 29 persen responden berpikir bahwa situasi keuangan mereka akan tetap sama . Sebanyak 23 persen responden berpikir bahwa situasi keuangan mereka kemungkinan besar akan memburuk.
Mayoritas 58 persen warga Amerika percaya bahwa AS tidak memiliki kendali atas perbatasannya, dibandingkan dengan 30 persen yang memilikinya.
Ada 82 persen calon pemilih Trump percaya bahwa AS tidak memiliki kendali atas perbatasannya, dibandingkan dengan 36 persen calon pemilih Harris. Bahkan, 48 persen calon pemilih Harris percaya bahwa AS memiliki kendali atas perbatasannya.
Pemilih lebih mempercayai Trump daripada Harris pada tujuh dari dua belas isu yang diajukan, termasuk imigrasi (47 persen hingga 38 persen), pertahanan (45 persen hingga 37 persen), ekonomi (46 persen hingga 41 persen), perang di Israel-Palestina (41 persen hingga 37 persen), perang di Ukraina (41 persen hingga 38 persen), inflasi (45 persen hingga 42 persen), serta kepolisian dan kejahatan (43 persen hingga 42 persen).
Harris, di sisi lain, lebih dipercaya daripada Trump pada lima isu, yakni aborsi (51 persen berbanding 33 persen), lingkungan (47 persen berbanding 32 persen), perawatan kesehatan (47 persen berbanding 36 persen), integritas pemilu (46 persen berbanding 35 persen), dan supremasi hukum (44 persen berbanding 37 persen).
Sebagai perbandingan, mayoritas pemilih mengatakan mereka condong ke posisi Demokrat mengenai aborsi (54 persen berbanding 36 persen), perawatan kesehatan (54 persen berbanding 38 persen), lingkungan hidup (53 persen berbanding 36 persen), ekonomi (50 persen berbanding 42 persen) dan integritas pemilu (50 persen berbanding 37 persen).
Lebih jauh lagi, mayoritas pemilih menyatakan mereka condong ke posisi Demokrat pada isu inflasi (47 persen berbanding 43 persen), supremasi hukum (47 persen berbanding 39 persen), kepolisian/kejahatan (46 persen berbanding 45 persen), perang di Ukraina (44 persen berbanding 41 persen) dan perang di Israel-Palestina (43 persen berbanding 41 persen).
Dari dua belas isu yang diajukan, pemilih lebih sering cenderung condong ke posisi Republik pada isu imigrasi (47 persen berbanding 45 persen) dan pertahanan (45 persen berbanding 44 persen). (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/120824-trump-harris-3.jpg)