Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Survei Terbaru Trump vs Harris: Capres Republik Pertahankan Basis Lama

Mantan Presiden Donald Trump mempertahankan pemilih basis lama (2020), sedangkan pendukung Joe Biden bermigrasi ke Kamala Harris.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Donald Trump dan Kamala Harris. Mantan Presiden Trump mempertahankan pemilih basis lama (2020), sedangkan pendukung Joe Biden bermigrasi ke Harris. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Mantan Presiden Donald Trump mempertahankan pemilih basis lama (2020), sedangkan pendukung Joe Biden bermigrasi ke Kamala Harris.

Secara nasional, Harris mengungguli Trump dengan selisih 3 poin.

Survei Redfield dan Wilton Strategies melibatkan 3.000 responden warga Amerika. Survei pekan lalu itu dirilis Selasa 13 Agustus 2024.

Setelah dibobot berdasarkan kemungkinan responden untuk memilih, 47 persen (+2) orang Amerika mengatakan mereka akan memilih Kamala Harris, sementara 44 persen (+1) mengatakan mereka akan memilih Trump. Ada 4 persen (-1) akan memilih Robert F Kennedy Jr dan 4 persenlainnya mengatakan mereka tidak tahu.

Sebanyak 4 persen pemilih Biden 2020 kini mengatakan akan memilih Trump dan 4 persen pemilih Trump 2020 kini mengatakan akan memilih Harris. 

Trump mempertahankan dukungan dari 90 persen pemilih yang memilihnya pada 2020, sementara 88 persen pemilih Biden pada Pemilu Presiden terakhir mengatakan akan memilih Harris. 

Di antara mereka yang tidak memilih pada tahun 2020, Harris (38 persen) mengungguli Trump (29 persen) dengan selisih 9 poin.

Calon wakil presiden baru Harris, Tim Walz, memiliki peringkat popularitas positif bersih sebesar 10 persen, dengan 35 persen warga Amerika mengatakan mereka memiliki pandangan positif terhadap dia dan 25 persen mengatakan mereka memiliki pandangan negatif terhadapnya.

Ekonomi sejauh ini merupakan isu terpenting bagi mayoritas pemilih (38 persen). Aborsi (16 persen) dan imigrasi (11 persen) masing-masing merupakan isu kedua dan ketiga yang paling sering dikutip.

Ketika para pemilih ditanya seberapa penting berbagai isu dalam menentukan bagaimana mereka akan memilih pada bulan November, 70 persen mengatakan biaya hidup akan menjadi 'sangat' penting.

Setengah atau lebih dari seluruh pemilih juga mempertimbangkan biaya perawatan kesehatan (58 persen), integritas pemilu (55 persen), imigrasi ilegal (52 persen), dan perpajakan (50 persen) sebagai 'sangat' penting dalam menentukan suara mereka.

Terkait keuangan pribadi, sebanyak 46 persen pemilih mengatakan situasi keuangan mereka memburuk dalam setahun terakhir.

Mayoritas calon pemilih Trump (65 persen) mengatakan bahwa situasi keuangan mereka memburuk, lebih dari dua kali lipat persentase (27 persen) calon pemilih Harris. 

Sebagian besar calon pemilih Harris (31 persen) mengatakan bahwa situasi keuangan mereka membaik tahun lalu, dibandingkan dengan hanya 13 persen calon pemilih Trump yang mengatakan hal yang sama.

Sebanyak 43 persen pemilih yakin akan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dan menutupi biaya hidup. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved