Breaking News
Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Tiga Survei Agregat Trump vs Harris: Siapa Unggul?

Wakil Presiden Kamala Harris memimpin mantan Presiden Donald Trump dalam tiga survei agregat nasional.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kamala Harris dan Donald Trump. Wakil Presiden Kamala Harris memimpin mantan Presiden Donald Trump dalam tiga survei agregat nasional. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Wakil Presiden Kamala Harris memimpin mantan Presiden Donald Trump dalam tiga survei agregat nasional.

Survei dilakukan dua minggu setelah keputusan Presiden Joe Biden menarik diri dari pencalonan dan mendukung Harris.

Sejak saat itu, ia telah memperoleh dukungan luas dari partai dan siap untuk memimpin kubu Demokrat pada bulan November.

Dengan keunggulan terbesar bagi Harris, survei agregator nasional FiveThirtyEight menempatkannya 1,6 poin persentase di atas Trump dalam pemilihan nasional, dengan 45,3 persen berbanding 43,7 persen untuk Trump.

Dikutip Newsweek, prakiraan presidensial Silver Bulletin milik Nate Silver menunjukkan Harris unggul tipis, yakni 45,5 persen dibandingkan dengan Trump yang meraih 44,1 persen.

Menurut model tersebut, Harris unggul atas Trump pada 31 Juli, sebesar 0,2 persen, dan keunggulannya terus meningkat sejak saat itu.

Perlombaan menuju Gedung Putih menunjukkan keunggulan terkecil bagi Harris, hanya 0,2 persen di atas Trump.

Harris memperoleh 47,3 persen dan Trump 47,1 persen. Jika kandidat pihak ketiga disertakan, perkiraan menunjukkan Harris unggul dengan 44,7 persen, Trump 43,7 persen, Robert F Kennedy Jr 5,7 persen, dan Cornel West 0,7 persen.

Namun, tiga jajak pendapat nasional lainnya menunjukkan Trump mengungguli Harris, seperti The New York Times, yang menemukan Trump unggul atas Harris dengan selisih 1 poin, 48 berbanding 47 persen.

Namun, ketika kandidat pihak ketiga Robert F Kennedy Jr disertakan dalam jajak pendapat, Harris dan Trump turun menjadi 44 persen.

Demikian pula, agregasi The Hill, yang berdasarkan pada 97 jajak pendapat, menunjukkan Trump mengungguli Harris dengan 1,1 poin persentase, yaitu 47,6 persen dan Harris 46,5 persen, sementara RealClearPolitics menunjukkan Trump unggul 0,8 persen, yaitu 47,7 persen dan Harris 46,9 persen.

Pemilihan presiden ditentukan oleh suara Electoral College. Kandidat harus memperoleh 270 suara elektoral untuk memenangkan kursi kepresidenan, yang tidak selalu tercermin secara akurat dalam jajak pendapat agregat nasional, karena kemenangan khusus negara bagian diperlukan untuk memperoleh suara elektoral.

Jajak pendapat individual di negara bagian medan pertempuran, yang sering kali memperoleh sejumlah besar suara elektoral, juga menunjukkan persaingan ketat antara Trump dan Harris.

Survei CBS News/YouGov terkini terhadap 3.102 pemilih terdaftar, yang dilakukan antara 30 Juli dan 2 Agustus, menunjukkan Harris unggul di satu negara bagian medan pertempuran, Trump unggul di tiga negara bagian, dan seri di tiga negara bagian penentu lainnya. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved