Sulawesi Utara
Dorong Imunisasi HPV di Sulawesi Utara, MSD dan Kemenkes Perkuat Edukasi Eliminasi Kanker Serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim masih salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi dan beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID – Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi dan beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia.
Data Globocan mencatat pada 2021, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang terus meningkat.
Bertolak dari fakta tadi, MSD (Merc Sharp and Dohme) Indonesia bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar edukasi kepada komunitas dan jurnalis terkait pentingnya peningkatan pemahaman seputar imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) sebagai upaya pencegahan penyebaran kanker serviks di Indonesia.
Edukasi bertema Siap Imunisasi HPV di BIAS 2024, Langkah Kecil Berdampak Besar, Lindungi Anak Perempuan dari Kanker Serviks bertempat di BW Lagoon, Manado, Rabu (31/7/2024).
Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, dr Prima Yosephine, MKM menjelaskan, untuk mempercepat pencapaian target eliminasi kanker serviks, pada 2023 Kementerian Kesehatan mengukuhkan Rencana Aksi Nasional (RAN).
Program ini terdiri dari empat pilar, dengan Pilar 1 berupa pemberian layanan berisi kegiatan vaksinasi, skrining dan tata laksana.
Sebagai bagian dari pilar 1, Kemenkes menargetkan 90 persen anak perempuan usia 11 dan 12 tahun kelas 5 dan 6 atau setara, termasuk yang tidak bersekolah, menerima vaksin HPV lengkap.
Untuk mencapai target tersebut, Kemenkes memberikan imunisasi HPV gratis bagi anak yang bersekolah yang terintegrasi dengan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAS.
Kata Yosephine, pemerintah berkomitmen penuh untuk bisa mencegah morbiditas, mortalitas, atau kecacatan yang disebabkan dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.
Salah satunya kanker leher rahim yang umumnya disebabkan oleh virus HPV.
"Sebagai penyakit mematikan dan menjadi salah satu beban pembiayaan negara tertinggi, studi menunjukkan bahwa penyebaran kanker leher rahim ini bisa dicegah, salah satunya melalui imunisasi," ujarnya.
Tingkat pengetahuan yang cukup dan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat dibutuhkan, agar semua anak-anak di usia sasaran tersebut bisa mendapatkan imunisasi HPV.
“Kami percaya, melalui upaya kolaboratif yang melibatkan banyak pihak, kita bisa meningkatkan cakupan imunisasi HPV yang tinggi dan merata bagi seluruh anak-anak kita, minimal mencapai target 90 persen. Sehingga anak-anak Indonesia, khususnya Sulawesi Utara bisa terlindungi dan bisa mencapai masa depan yang cerah dan siap menjadi generasi pembangunan bangsa," katanya.
Dr Prima Yosephine menyampaikan terima kasih kepada MSD Indonesia yang telah memfasilitasi edukasi tersebut.
Sebagai mitra aktif Kementerian Kesehatan, MSD Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mencapai target eliminasi kanker serviks di Indonesia, melalui edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat terkait pentingnya pencegahan.
29 Warga Korban Lakalantas dan Amputasi akan Terima Kaki Palsu Gratis dari Ditlantas Polda Sulut |
![]() |
---|
Kusriadin Terpilih Jadi Ketua Asperindo Sulawesi Utara, Bakal Atur Tarif yang Berpihak ke Konsumen |
![]() |
---|
Sosok dr Truly Kerap: Dokter, Jurnalis, hingga Kini Diangkat Jadi Ketua KPID Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Daftar Peristiwa di Sulut: Penemuan Perahu Nelayan, Perkembangan Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM |
![]() |
---|
Operasional KM Barcelona Dibatasi, Warga Talaud Mengeluh, Aktivitas dan Roda Ekonomi Makin Lambat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.