Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sejarah Tempe di Indonesia: Tertulis di Serat Centini hingga Catatan Era Tanam Paksa Belanda

Tempe adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kuliner masyarakat Jawa. Sejarha dimulai abad 16 masehi.

Editor: Rizali Posumah
HO/Kolase
Istilah tempe diyakini sudah ada sejak abad 16 masehi berdasarkan manuskrip Serat Centini. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tempe adalah makanan khas Indonesia

Cara pembuatannya yang khas lewat fregmentasi kedelai menjadi inovasi kuliner dan kekayaan budaya yang membedakannya dari makanan kedelai tradisional Tiongkok dan Jepang.

Sejarah tempe dimulai di Jawa.

Tempe adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kuliner masyarakat Jawa

Citra tempe mulai terangkat ke kancah internasional melalui modernisasi industri pada abad ke-20.

Lantas bagaimana awal mula penemuan tempe ini? 

Catatan terkait tempe bisa ditemukan dalam Serat Centini, yakni karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru.

Selain Serat Centini, catatan era Tanam Paksa di Jawa juga menyebut makanan ini. 

Sejarah penemuan tempe

Menurut pakar, tempe yang berkualitas baik bisa dilihat dari warna, tekstur, hingga suhunya saat dipegang langsung.
Menurut pakar, tempe yang berkualitas baik bisa dilihat dari warna, tekstur, hingga suhunya saat dipegang langsung. (Kolase/TribunManado)

Kehadiran tempe dalam budaya makan suku Jawa, terutama di Yogyakarta dan Surakarta, ternyata sudah terdokumentasi sejak berabad-abad yang lalu.

Dokumen seperti manuskrip Serat Centhini dari abad ke-16 menunjukkan jejak kata "tempe" dalam pencatuman hidangan seperti jae santen tempe dan kadhele tempe srundengan.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa tempe pertama kali diproduksi dari kedelai hitam oleh masyarakat pedesaan tradisional Jawa di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Asal-usul kata "tempe" dapat ditelusuri dalam bahasa Jawa kuno, di mana ada makanan berwarna putih bernama tumpi yang terbuat dari tepung sagu.

Tempe segar yang juga berwarna putih, mirip dengan tumpi, sehingga dapat menciptakan keterkaitan historis.

Ilustrasi masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Ilustrasi masa penjajahan Belanda di Indonesia. (via Tribunnews)

Selain itu, dokumen kamus bahasa Jawa-Belanda tahun 1875 mencatat referensi terhadap tempe yang menambah dimensi sejarah lebih lanjut.

Catatan sejarah mencatat bahwa pembuatan tempe dimulai selama era Tanam Paksa di Jawa pada 1875.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved