Jamaah Islamiyah Bubar
Ustad Qasdi Akui Ponpes Darusy Syahadah Sejak Lama Berafiliasi dengan Kelompok Jamaah Islamiyah
Sabarno sepuluh tahun terakhir, Sabarno tidak pernah datang ke almamaternya ini, karena berstatus DPO alias buron Densus 88 Antiteror.
Ustad Qasdi mengakui Ponpes Darusy Syahadah sejak lama berafiliasi dengan kelompok Jamaah Islamiyah.
Tapi secara prinsip, pesantren ini bertujuan mendidik anak-anak santrinya fokus pada ulumul syarii, perbaikan iman, dan perbaikan ibadah.
Setelah ada keputusan JI bubar 30 Juni 2024, Ustad Qasdi meyakinkan lembaganya terbuka untuk perbaikan supaya pendidikannya bermanfaat untuk kebaikan santri, umat, bangsa dan negara.
“Apabila ada stigma negatif, kami berharap agar mengutamakan klarifikasi, tabayun. Kita siap dialog,” tegas Ustad Qasdi yang alumni LIPIA Jakarta ini.
Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Prof Dr Waryono Abdul Ghofur pun menyambangi Pondok Pesantren Darusy Syahadah.
Kunjungan dilakukan setelah Waryono bertemu para tokoh-tokoh eks Jamaah Islamiyah di sebuah lokasi di pinggiran Kota Solo, Kamis (18/7/2024) siang.
Ini merupakan kunjungan pertama seorang pejabat tinggi Kementerian Agama RI ke pesantren yang dulu berafilisi dengan Jamaah Islamiyah.
Sebelum berangkat ke Simo, Prof Dr Waryono mengatakan, senang bisa bertemu para tokoh eks JI. Ia mendengar secara langsung pemikiran-pemikiran para tokoh, dan memahami titik akhirnya.
“Diskusi tadi memastikan betul-betul ini (JI) membubarkan diri, bukan gimmick,” kata guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini sraya menyebutkan pertemuan berikutnya akan segera dilakukan.
Mengenai langkah strategis ke depan, Waryono membenarkan Kemenag RI akan membantu proses evaluasi dan pembenahan kurikulum di pondok pesantren yang dulu berafiliasi dengan JI.
“Jika Madrasah itu kurikulumnya memang sentralistik, pesantren ada kurikulum standar, tapi sesuai cirinya mandiri, ada juga kurikulum lokal,” jelas Waryono.
“Kurikulum lokal silakan dibahas, tapi yang penting bagi kami isinya mengenai Islam sebagai rahmatul lil alamin, yang relevan dan komtekstual dengan kebutuhan negara,” katanya.
Mengenai perizinan pondok pesantren yang dulu dianggap afiliasi JI, Kemenag RI akan segera mengkajinya. “Ini bagian dari komitmen kita, semua akan mengikuti regulasi negara,” tegas Waryono.
Tentang keraguan sejumlah pihak tentang ikrar bubarnya JI, Waryono memahami dan menganggap wajar ada yang ragu.
“Sejarah panjang JI, relasi JI dengan negara, kan tak semudah seperti membalikkan tangan dari realitas ejarah,” ujarnya.
Abu Mahmudah: 2 Hal yang Jadi Dasar hingga Organisasi Jamaah Islamiyah Bubar |
![]() |
---|
Ceritakan Proses di Balik Bubarnya Jamaah Islamiyah, Ustaz Abu Fatih: Bismillah Tawakal kepada Allah |
![]() |
---|
Cerita Sabarno Mantan Anggota Jamaah Islamiyah, 10 Tahun Pelarian, Sempat Dengar Tentang Sabarno KW |
![]() |
---|
Jamaah Islamiyah Bubar, Tokoh Senior JI Ustad Abu Fatih Minta Maaf: Pikiran Kami Akhirnya Terbuka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.