Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengucapan Syukur Minahasa

Makna Pengucapan Syukur Bagi Masyarakat Minahasa Sulawesi Utara

Momen Pengucapan Syukur seringkali melibatkan pengeluaran besar, bahkan hingga menghabiskan penghasilan setahun.

Tribunmanado.co.id/Petrick Sasauw
masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara merayakan momen Pengucapan Syukur 

Minahasa, TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini, Minggu (21/7/2024), masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara merayakan momen pengucapan syukur dengan penuh sukacita.

Tradisi ini merupakan ungkapan syukur atas setiap hasil panen yang melimpah.

Eddy Londah, salah satu warga Minahasa, berbagi cerita tentang sejarah singkat tradisi ini.

"Dulu, pengucapan dilakukan saat masyarakat panen raya, terutama panen padi," kenangnya.

Pada masa itu, jagung menjadi makanan pokok utama.

Hal itu karena harga beras pada jaman itu yang masih tinggi.

Ketika akhirnya panen padi tiba, warga merasa sangat bersyukur.

Mereka merayakannya dengan membawa hasil panen ke gereja sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.

Untuk menghormati momen istimewa ini, warga menyajikan nasi dengan berbagai lauk pauk istimewa seperti daging babi, ayam, dan lainnya.

Bahkan makanan ekstrim seperti ular, kelelawar, babi hutan, tikus, anjing dan daging ekstrim lainnya juga disediakan.

"Hasil panen itu istimewa, jadi harus dihargai," ujar Eddy.

Selain itu, mereka juga membuat dodol dan nasi jaha, yang kini menjadi ikon saat Pengucapan Syukur.

Eddy menjelaskan bahwa bagi masyarakat Minahasa, tradisi ini bukanlah beban, melainkan bentuk syukur yang tulus.

"Kami tahu ini sebagai bentuk syukur kami," katanya.

Selain hasil panen, mereka juga bersyukur atas rahmat Tuhan yang terus memberikan kesehatan dan kekuatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved