Pilpres AS
Trump vs Biden Berebut Isu Jelang Pilpres AS, Siapa Unggul?
Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump merebut isu menjelang Pilpres AS.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump merebut isu menjelang Pilpres AS.
Biden unggul pada isu demokrasi, sedangkan Trump memenangkan isu imigrasi dan ekonomi Amerika.
Berikut untung rugi kedua kandidat presiden menghadapi isu publik Amerika seperti diulas Jennifer Agiesta dan Ariel Edwards-Levy dalam artikel berjudul "Poll: Most voters think Democrats have a better chance of keeping White House if Biden isn’t the nominee" dikutip CNN.
Jajak pendapat CNN kerja sama SSRS mengungkap bagaimana pemilih melihat kekuatan dan kelemahan setiap kandidat.
Para pemilih tampaknya memiliki pertanyaan penting tentang penanganan Biden terhadap isu-isu utama dan kemampuan fisik dan mentalnya.
Mereka lebih percaya kepada Trump daripada Biden dalam dua dari tiga isu yang mereka anggap paling penting untuk pilihan mereka sebagai presiden.
Trump unggul dalam ekonomi dan imigrasi sekitar 20 poin, dengan Biden unggul tipis 5 poin dalam melindungi demokrasi.
Ketika ditanya tentang apakah atribut tertentu menjadi alasan untuk memilih atau menentang setiap kandidat, 72 persen pemilih mengatakan kemampuan fisik dan mental Biden adalah alasan untuk tidak memilihnya.
Untuk Trump, pandangan mereka sedikit positif. Ada 43 persen melihat kemampuan fisik dan mentalnya sebagai nilai tambah dan 39 persen sebagai nilai minus.
Di luar keunggulan Trump dalam bidang ekonomi dan imigrasi, mantan presiden tersebut lebih dipercaya daripada Biden dalam kebijakan luar negeri.
Sebanyak 46 persen berbanding 36 persen dan menjalani peran panglima tertinggi 43 persen Trump berbanding 35 persen Biden.
Kekuatan Biden terletak pada isu aborsi dan hak reproduksi. Ada 44 persen percaya Biden, 32 persen Trump.
Isu perawatan kesehatan, 44 persen Biden dan 34 persen Trump.
Sebagian besar mengatakan mereka tidak percaya Biden maupun Trump akan menyatukan negara. Ada 39 persen merasa demikian, sementara 31 persen mengatakan mereka lebih percaya Biden untuk melakukannya dan 30 persen Trump.
Sikap dan temperamen Biden – yang menjadi kelebihannya dalam pemilihan presiden 2020 – merupakan hal yang netral, meskipun jelas merupakan hal yang negatif bagi Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/300624-biden-trump-11.jpg)