Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Pilpres AS 2024, Analis: 63 Persen Menunggu Debat Biden vs Trump Jumat 28 Juni

Publik dunia menanti debat Joe Biden versus Donald Trump untuk menarik simpati 240 juta pemilih pada Pilpres Amerika Serikat 5 November 2024.

|
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Presiden Joe Biden. Publik dunia menanti debat Biden versus Donald Trump untuk menarik simpati 240 juta pemilih pada Pilpres Amerika Serikat 5 November 2024. 


TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Publik dunia menanti debat Joe Biden versus Donald Trump untuk menarik simpati 240 juta pemilih pada Pilpres Amerika Serikat 5 November 2024.

Biden dari Partai Demokrat dan Trump dari Partai Republik akan mengikuti tahap debat di Atlanta, Georgia pada Kamis 27 Juni malam waktu AS atau Jumat 28 Juni pagi Wita, kurang dari lima bulan sebelum pemungutan suara.

Mereka terakhir kali berdebat pada 22 Oktober 2020, sebagai bagian dari pemilihan presiden tahun itu.

Untuk berpartisipasi dalam debat tersebut, calon presiden harus memenuhi serangkaian kriteria yang ditetapkan oleh jaringan berita AS CNN, yang menjadi tuan rumah acara tersebut.

Hal ini termasuk mencantumkan nama mereka di surat suara negara bagian yang cukup untuk mencapai ambang batas Electoral College yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Telah menerima setidaknya 15 persen dukungan dalam empat jajak pendapat nasional terpisah yang melibatkan pemilih terdaftar dan calon pemilih.

Debat dimulai pukul 9 malam waktu setempat di studio CNN di Atlanta. Debat ini akan dipandu oleh pembawa acara CNN Jake Tapper dan Dana Bash.

Format Debat

Debat akan berlangsung selama 90 menit, dengan dua jeda iklan, kata CNN.

Biden dan Trump telah sepakat untuk tampil di podium – bukannya duduk – dan mikrofon mereka akan dimatikan kecuali tiba giliran berbicara.

“Meskipun alat peraga atau catatan yang sudah ditulis sebelumnya tidak diperbolehkan di atas panggung, para kandidat akan diberikan pena, kertas, dan sebotol air,” kata jaringan tersebut dikutip Al Jazeera.

Juga tidak akan ada penonton, kata CNN, untuk “menjamin para kandidat dapat memaksimalkan waktu yang diberikan dalam debat”.

Para ahli mengatakan sebagian besar pemilih sudah mengetahui siapa yang akan mereka pilih pada bulan November, sehingga tidak jelas seberapa besar perdebatan akan mendorong pemenangan salah satu kandidat.

Namun, jajak pendapat Pew Research Center pada tahun 2016 menemukan bahwa 63 persen pemilih mengatakan debat calon presiden sangat membantu dalam menentukan calon presiden mana yang akan dipilih.

Itu berarti Biden dan Trump akan mencoba menggunakan acara tersebut untuk menarik sekelompok kecil “pemilih yang terpengaruh”, jelas Alan Schroeder, seorang profesor emeritus jurnalisme di Northeastern University dan penulis buku Presidential Debates: Risky Business on the Campaign Trail.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved