Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Pilpres AS: Sulit Prediksi Pemenang Biden vs Trump

Mungkin tidak lagi berlaku untuk Presiden Joe Biden menghadapi mantan Presiden Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat 5 November 2024.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase Tribun Manado
Presiden Joe Biden dan Presiden Donald Trump. Mungkin tidak lagi berlaku untuk Biden menghadapi mantan Trump pada Pilpres Amerika Serikat 5 November 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Selama beberapa dekade, Partai Demokrat membangun strategi pemilu berdasarkan asumsi umum, semakin tinggi jumlah pemilih, semakin besar peluang menang.

Mungkin tidak lagi berlaku untuk Presiden Joe Biden menghadapi mantan Presiden Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat 5 November 2024.

Sejumlah survei menunjukkan Biden terbaik di antara orang-orang Amerika yang memiliki sejarah pemungutan suara.

Trump sering kali menunjukkan kekuatan paling besar.

Ronald Brownstein dalam artikel berjudul "The unusual turnout dynamic that could decide the 2024 election" dikutip CNN menjelaskan, pola-pola baru ini menimbulkan tantangan bagi masing-masing pihak.

Potensi daya tarik Trump terhadap pemilih non-kulit putih, terutama laki-laki muda berkulit hitam dan Latin, memaksa Demokrat untuk memikirkan kembali strategi lama.

Bagi Partai Republik, tantangannya adalah membangun sebuah organisasi yang mampu terhubung dengan pemilih yang biasanya tidak dijangkau, khususnya di komunitas minoritas.

“Artinya, pemilu kali ini memiliki volatilitas,” kata Daniel Hopkins, ilmuwan politik dari University of Pennsylvania yang telah mempelajari kesenjangan partisan yang semakin lebar antara pemilih yang memiliki dan tidak memiliki riwayat pemilu yang konsisten.

Hasil gabungan dari tiga jajak pendapat nasional terbaru NBC, yang dilakukan oleh tim bipartisan yang terdiri dari lembaga jajak pendapat terkemuka dari Demokrat dan Republik, misalnya, menemukan bahwa Biden mengungguli Trump dengan selisih 4 poin persentase di antara pemilih 2020 dan 2022.

Namun mereka yang memilih pada tahun 2020 tetapi tidak pada 2022, Trump memimpin Biden dengan selisih 12 poin persentase.

Baca juga: Pilpres AS 2024, Analis Politik: Trump on The Track, Biden?

Keunggulan Trump meningkat menjadi 20 poin persentase di antara mereka yang tidak memilih pada tahun 2020 atau 2022.

Sebanyak 65 persen dari mereka yang tidak memilih pada salah satu dari dua pemilu terakhir mengatakan mereka tidak menyetujui kinerja Biden sebagai presiden.

Hasil gabungan dari jajak pendapat nasional New York Times/Siena College baru-baru ini juga menunjukkan bahwa Biden unggul tipis di antara calon pemilih tahun 2024 yang hadir pada tahun 2020, sementara tertinggal dua digit dari Trump di antara mereka yang tidak memilih dalam pemilu sebelumnya.

Hopkins mungkin telah melakukan upaya paling ambisius untuk mengukur perbedaan antara orang Amerika yang memiliki dan tidak memiliki riwayat pemilu.

Awal tahun ini, dia dan rekannya bekerja dengan NORC di Universitas Chicago mensurvei lebih dari 2.400 orang dewasa tentang preferensi mereka pada Pilpres 2024.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved