Digital Activity
Philips Makarawung Ungkap Rencana Bangun Kota Manado Sulawesi Utara, Berprestasi dan Menarik
Sebagai Ketua DPK Kosgoro 1957 Sulawesi Utara, Philips juga ingin membuat Manado menjadi Kota Berprestasi dan Menarik.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO TM - Melayani masyarakat adalah salah satu keinginan semua calon pemimpin.
Hal tersebut juga dirasakan Jilly Philips Makarawung.
Ia merupakan salah satu bakal Calon Wali Kota Manado, Sulawesi Utara dalam Pilkada 2024 ini.
Sebagai Ketua DPK Kosgoro 1957 Sulawesi Utara, Philips juga ingin membuat Manado menjadi Kota Berprestasi dan Menarik.
Berikut wawancara khusus saat Philips menjadi narasumber di Podcast Tribun Manado, Sulawesi Utara, Selasa (14/5/2024):
TM: Kenapa Ingin Maju di Pilkada Manado?
PM: Ceritakan sekitar tahun yang lalu ketika kami keluarga pindah dari Jakarta ke Manado karena sebelumnya menetap di Jakarta. Itu masa-masa pertempuran yang berat dalam pikiran saya waktu itu. Kenapa? Karena kita sebagai orang tua kalau misalnya kita mau bawa berlibur ya, kita pikirkan itu adalah anak kita tidak mau libur cuma orang tua yang di Jakarta. Kita bisa bawa anak-anak bermain banyak spot di sana seperti Ancol, Dufan, juga di mall-mall. Kemudian kalau mau jauh sedikit kita ke Bogor, kemudian lebih jauh sedikit lagi kita bawa ke Bandung.
Kemudian saya putuskan untuk pindah ke Manado karena istri saya dinas di sini. Akhirnya benar kita tidak bisa menemukan tempat rekreasi yang tepat di Kota Manado untuk anak-anak. Kalau ada itu pun harus keluar dari Manado. Kita melihat bahwa sebenarnya spesifiknya di Kota Manado ini ada hal-hal yang bisa kita perbaiki kita, baik itu pendidikan, wisata, semuanya. Lewat dorongan-dorongan seperti inilah yang akhirnya membuat saya ingin berbuat sesuatu. Ada ayat yang jadi pendorong saya yaitu di Kitab Yeremiah, artinya saya harus berbuat sesuatu untuk Kota Manado, bukan hanya untuk kita, tapi anak cucuk kita juga. Jika Tuhan berkenan saya jadi pemimpin di Kota Manado kita akan buat Manado ini menjadi menarik dan berprestasi.
TM: Masa kecil Pak Philips seperti apa?
PM: Saya lahir di Tanjung Priuk, Jakarta. Lahir dari keluarga yang prihatin, artinya begini, orang tua saya adalah pensiunan polisi dengan pangkat yang tidak tinggi. Ayah saya memilih pensiun dini agar bisa mencari pekerjaan lain, kalau tidak nantinya tidak bisa menyekolahkan kami. Akhirnya keputusan diambil ini supaya bisa biayai kami untuk kuliah. Ini mendorong saya menjadi seorang pekerja keras. Saya dulu sempat jadi loper koran, main musik juga di pinggir jalan, terproses sampai akhirnya bisa bekerja secara profesional dan hingga saat ini.
TM: Kenapa sampai ingin terjun ke dunia politik?
Baca juga: Doa Kristen - Doa untuk Melepaskan Pengampunan
Baca juga: Arti Mimpi Cicak, Ini Tafsir Mimpinya
PM: Itu yang tadi didasari oleh karena saya ingin berbuat sesuatu buat kota di mana saya tinggal. Apalagi slogan Kosgoro 1957 adalah pengabdian kerakyatan dan solidaritas. Inilah yang mendorong saya dan memang ini memang karena saya juga mengalami. Jadi unsur kemanusiaan yang menjadi tujuan saya. Karena saya pernah merasakan hidup di bawah jadi makanya ketika melihat orang yang sulit, kami ingin berbuat sesuatu dengan slogannya Kosgoro ini adalah apa yang sejalan lalu dengan bantuan-bantuan kita lakukan dari awal dilantik sampai sekarang.
TM: Pandangan Pak Philips Kota Manado seperti apa?
PM: Manado ini saya perhatikan hampir sama seperti Tanjung Priuk 30 tahun yang lalu. Mungkin itulah makanya karena kita sudah mengalami itu, kita akan kembangkan di Kota Manado. Sebenarnya di sini ada potensi, saya lihat setiap jalan di Kota Manado masih kurang taman bermain ramah anak. Ruang terbuka yang ramah anak itu tidak ada. Kasihan anak-anak yang tinggal di jalan besar tidak punya tempat untuk bermain. Jadi saya pikir jangan hanya dorong mereka agar mau belajar, tapi bagaimana kita juga menyeimbangkan dengan kebutuhan mereka supaya lebih kreatif.
Tapi kalau sekarang yang sudah ada beberapa taman itu bagus dan kita harus terus kembangkan.
TM: Proses pendaftaran bakal calon wali kota sudah sejauh mana?
PM: Jadi dari Partai Golkar itu saya mendapatkan surat perintah sebagai bakal Calon Wali Kota Manado. Saya salah satu dari empat kandidat yang ada di Partai Golkar. Jadi ini semua turun dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar langsung sendiri, dan itu tidak diijinkan adanya penjaringan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Jadi semua diatur DPP dan saya adalah salah satu dari empat itu. Mekanismenya ini harusnya ada survei yang ditentukan sebagai mekanisme dari DPP tapi survei pertama ini yang menjalankan hanya kami berdua, saya dengan kandidat yang lainnya. Demikian.

2 Utusan Sulut ke Ajang Miss Teenager Indonesia 2025 Siap Bertarung di Jakarta |
![]() |
---|
Sentra Medika Hospital Pelopori Wisata Medis dan Budaya di Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Luwansa Hotel Manado Hadirkan Acara Menarik, Kitchen Takeover by Chef Mapex dan Bar Tab |
![]() |
---|
Wawancara Eksklusif: Mangiring Sinaga Ingatkan Masyarakat Sulawesi Utara Bahaya Bekerja di Kamboja |
![]() |
---|
BPJS Kesehatan Online Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.