Minggu, 7 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Foto

Biota-biota Unik di Selat Lembeh

Yang biasanya dicari oleh penyelam dan pengamat bawah laut adalah saat Mandarin fish sedang kawin dan kelihatan telurnya.

Tayang:
APFI Sulut/Ben Sarindah
Skeleton shrimp dan Mandarin fish 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi pecinta dunia bawah air, Selat Lembeh di Kota Bitung adalah ‘surga’.

Banyak biota di lokasi ini yang tidak ditemukan di daerah lainnya. Pun banyak titik penyelaman yang dapat dinikmati para pelancong bawah air di Selat Lembeh.

Ben Sarindah, fotograger bawah laut dari Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Sulawesi Utara, membagikan foto-foto karyanya saat menyelam di Selat Lembeh.

Jika ingin menyelam mandiri, kita bisa menyewa perahu di pelabuhan penyeberangan di Pateten, Bitung. Biaya berkisar Rp1,5 juta.

Pygmy seahorse dan Gurita Mimic
Pygmy seahorse dan Gurita Mimic (APFI Sulut/Ben Sarindah)

Dari pelabuhan, kira-kira butuh waktu 30 menit untuk tiba di lokasi penyelaman makro.

Namun, jika ingin menggunakan jasa resort atau dive center, kita bisa naik perahu angkutan umum menuju Pulau Lembeh. Biayanya hanya Rp10 ribu.

Atau juga bisa naik feri jika membawa kendaraan seperti mobil atau sepeda motor. Kira-kira 20 menit kita sampai di Pulau Lembeh, lalu menuju resort atau dive center sekitar 20 menit lagi.

Dari situ, menuju ke lokasi penyelaman butuh waktu sekitar 20 menit.

Juvenile sweetlips
Juvenile sweetlips (APFI Sulut/Ben Sarindah)

Selat Lembeh menjadi favorit penyelam karena banyak sekali biota kecil atau makro.

Kita bisa menemukan jenis Nudibranch (siput laut tanpa cangkang), Octopus (gurita), Seahorse (kuda laut)
serta Frogfish (ikan kodok).

Juga jenis Pygmy seahorse (kuda laut pygmy), Shrimp (udang), Crabs (kepiting), Cuttlefish (cumi-cumi), Mantis shrimp (udang mantis) dan Ribbon eels (belut pita).

Umumnya biota-biota itu kita jumpai saat siang.

Tapi ada juga jenis lain seperti Mandarin Fish (Pterosynchiropus splendidus) yang bisa kita lihat saat sore atau jenis gurita saat malam.

Coconut Octopus1
Coconut Octopus1 (APFI Sulut/Ben Sarindah)

Yang biasanya dicari oleh penyelam dan pengamat bawah laut adalah saat Mandarin fish sedang kawin dan kelihatan telurnya.

Pasalnya, muncul warna-warni yang menarik dan pola unik pada tubuhnya saat sedang kawin dan memijah (spawning).

Juga ikan-ikan Mandarin akan berkumpul dalam kelompok besar di malam hari di atas karang.

Pada saat itu, mereka akan melepaskan telur-telur kecil ke permukaan air yang kemudian akan dibuahi oleh sperma yang dilepaskan oleh jantan.

Proses ini biasanya terjadi secara berkala dan menjadi pemandangan menakjubkan. (max)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved