Pilpres AS
Tren Elektoral di Pilpres AS: Biden Stagnan - Trump Naik Tipis
Tren elektoral Presiden petahana Joe Biden stagnan di Maret hingga awal Mei 2024. Sedangkan mantan Presiden Donald Trump cenderung naik meski tipis.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Tren elektoral Presiden petahana Joe Biden stagnan di Maret hingga awal Mei 2024.
Sedangkan mantan Presiden Donald Trump cenderung naik meski tipis. Tapi, Biden masih unggul di angka 41,9 persen berbanding Trump di angka 40,6 persen.
Demikian temuan lembaga survei opini publik Amerika Serikat, Big Village yang dirilis ke publik pada Jumat 10 Mei 2024.
Survei nasional periode 3 hingga 8 Mei melibatkan 2.867 responden.
Masih dari survei yang sama, posisi ketiga ditempat kandidat Independen Rober F Kennedy Jr di angka 8,8 persen, Cornel West (Independen) 1,2 persen.
Temuan lainnya, kandidat dari Partai Demokrat unggul di kalangan pemilih perempuan. Biden memperoleh 33,4 persen, Trump 31,5 persen, Kennedy Jr 10,6 persen dan West 2,1 persen.
Untuk pemilih laki-laki, Trump unggul di angka 40,4 persen disusul Biden 34,6 persen, Kennedy Jr 7,7 persen dan West 2 persen.
Sementara untuk kateri usia, Trump menangkan pemilih Gen Z (18-26 tahun), Gen X (43 - 58 tahun) dan Baby Boomers (57 - 77 tahun). Biden memenangkan hati pemilih milenial (27 - 42 tahun).
Baca juga: Survei Pilpres AS 2024: Joe Biden Ungguli Donald Trump di Wisconsin
Serangan Trump
Mantan Presiden Trump ikut mengkritik kebijakan AS yang menyetop kiriman amunisi bagi Israel dalam perang Gaza.
Trump menyatakan, kalau Presiden AS saat ini Joe Biden telah meninggalkan Israel sendirian.
Trump menambahkan, jika dia terpilih dalam pemilu mendatang, maka dia tidak akan melakukan apa yang Biden lakukan ke Israel saat ini.
"Saya tidak akan melakukan apa yang dia lakukan dan saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," kata Trump dilansir Khaberni, Jumat (10/5/2024).
Diketahui, Israel tengah uring-uringan atas aksi AS menyetop suplai amunisi dan persenjataan mereka ke Tel Aviv karena keprihatinan atas situasi di Rafah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kalau Israel siap untuk “berdiri sendiri” dalam perang genosida di Gaza setelah Washington mengancam akan berhenti memasok sejumlah senjata jika invasi ke Rafah terus berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/090524-biden-v-trump.jpg)