Pilpres AS
Survei Pilpres AS 2024 di Arizona: Trump Tertinggal dari Biden
Mantan Presiden Donald Trump tertinggal dari Presiden petahana Joe Biden di Arizona, pertama kalinya dalam jajak pendapat enam bulan terakhir.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Mantan Presiden Donald Trump tertinggal dari Presiden petahana Joe Biden di Arizona, pertama kalinya dalam jajak pendapat enam bulan terakhir.
Menurut survei yang dirilis pada hari Selasa 9 Mei 2024 waktu AS, Biden mendapatkan 38,8 persen suara, sementara Trump mendapatkan 38,1 persen jika pemilihan diadakan pada saat survei.
Survei di Arizona pada 27-29 April 2024 melibatkan 550 responden dengan margin of error plus atau minus 4,26 persen.
Meskipun unggul sangat kecil, masih dalam margin error, ini merupakan pertama kalinya Biden memimpin di negara bagian Arizona sejak November 2023, menurut analisis FiveThirtyEight.
Survei pada bulan April 2024 terhadap 2.401 responden oleh lembaga konservatif The Heritage Foundation, menunjukkan Trump unggul atas Biden di Arizona dengan 51 persen berbanding 45 persen.
Pada bulan Maret, mantan presiden dan petahana ini memenangkan pemilihan pendahuluan yang cukup untuk mengamankan nominasi Partai Republik dan Partai Demokrat dalam Pilpres 2024.
Survei sejauh ini menunjukkan bahwa rematch akan berlangsung ketat. Secara statistik survei hanya unggul tipis.
Arizona secara historis condong ke arah Partai Republik dalam pilpres.
Baca juga: Survei Biden vs Trump di Pilpres AS: Ke Mana Suara 6 Negara Bagian Kunci?
Tetapi Arizona mendukung Biden pada tahun 2020 dan Demokrat pada pemilu 2022. Diperkirakan akan ada persaingan ketat pada 5 November 2024.
Negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran seperti Arizona akan memainkan peran penting dalam menentukan hasil pemilu.
Survei dari negara-negara bagian tersebut lebih penting dibandingkan dengan jajak pendapat nasional.
Namun, banyak ahli dan akademisi telah memperingatkan agar tidak mengandalkan survei untuk mencoba memprediksi hasil pilpres.
Thomas Gift dari Centre on US Politics di University College London mengatakan kepada Newsweek bahwa terlalu banyak membaca survei adalah konyol.
"Survei sangat bervariasi pada saat ini sehingga satu-satunya informasi yang dapat kita peroleh dari mereka adalah bahwa Biden dan Trump bersaing ketat - tidak hanya secara nasional tetapi juga di negara-negara bagian kunci," katanya.
Steven Cheung, juru bicara kampanye Trump, menjelaskan ke serangkaian survei di Arizona pada Februari hingga April 2024 di mana Trump memimpin Biden. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/090524-biden-v-trump.jpg)