Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral

Fakta dan Kronologi Meninggalnya Nira Pranita Asih Usai Cabut Gigi di Jawa Timur, Setelah 4 Bulan

Seperti diketahui Nira Pranita Asih meninggal dunia empat bulan setelah mencabut gigi bungsu pada  28 Desember 2023 silam di Ngawi, Jawa Timur. 

Editor: Alpen Martinus
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Davin Ahmad Sofyan (28) menunjukkan foto rontgen gigi bungsu milik istri tercintanya Nira Pranita Asih (31) sebelum dicabut hingga mengakibatkan infeksi mulut di Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jatim, Rabu (8/5/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belakangan viral di media sosial soal seorang wanita meninggal dunia usai cabut gigi.

Meninggalnya wanita tersebut memang tak persis setelah cabut gigi, namun empat bulan kemudian.

Kejadian tersebut di daerah Ngawi, Jawa Timur.

Baca juga: Kisah Nira, Wanita yang Meninggal Beberapa Waktu setelah Cabut Gigi Bungsu

Namun belum dipastikan apakah meninggalnya wanita tersebut lantaran efek cabut gigi.

Bahkan dokter yang melakukan operasi mengaku sudah melakukan sesuai SOP.

Suami korban yang memviralkan kejadian yang menimpa sang istri tersebut.

Begini lah nasib Dokter Gigi SW (inisial) yang menangani pencabutan gigi bungsu Nira Pranita Asih (31) hingga berujung fatal. 

Seperti diketahui Nira Pranita Asih meninggal dunia empat bulan setelah mencabut gigi bungsu pada  28 Desember 2023 silam di Ngawi, Jawa Timur

Kasus ini ramai setelah sang suami, Davin Ahmad Sofyan (28),  mengunggah ceritanya di media sosial.

David menduga ada malapraktek di balik operasi pencabutan gigi bungsu yang dijalani sang istri. 

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Ngawi dr Yudono belum memastikan adanya dugaan malapraktik dalam kasus itu.

Yudono mengaku sudah memanggil pihak pihak terkait, untuk dimintai keterangan.

“Secara kronologi butuh beberapa informasi. Memang betul, pasien tersebut ditangani oleh inisial Dokter Gigi SW. Tapi itu masih belum lengkap karena belum menyampaikan secara detail,” ujar dr Yudono, Kamis (9/5/2024)

Dikatakan Yudono, bukan hanya Dokter Gigi SW yang memeriksa korban. Mengingat, korban beberapa kali pindah dari satu rumah sakit, ke rumah sakit lain.

“Karena berikutnya ada beberapa dokter yang menangani juga, dokter umum, termasuk di Rumah Sakit Dr Oen, di sana dirawat sekian lama. Maka dari itu kami harus mendapatkan informasi yang lengkap,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved