Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Foto

Potret Patung Wolter Mongisidi Tersembunyi di Tanah Adat Bantik Malalayang Manado Sulawesi Utara

Ada banyak patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi yang tersebar di Kota Manado, Sulawesi Utara.

|
Penulis: Alexander Pattyranie | Editor: Chintya Rantung
Alfa/Tribun Manado
Patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (7/5/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada banyak patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi yang tersebar di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Satu di antaranya jarang diketahui.

Patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara,  Selasa (7/5/2024).
Patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (7/5/2024). (Alfa/Tribun Manado)

Yakni berada di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang.

Dari amatan Tribunmanado.co.id, Selasa (7/5/2024), patung ini diletakkan di tanah adat etnis Bantik Minahasa.

Patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara,  Selasa (7/5/2024).
Patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (7/5/2024). (Alfa/Tribun Manado)

Di sekitar tanah ini, sebagian besar penduduknya merupakan anggota keluarga inti Robert Wolter Mongisidi.

Johan Mongisidi (79), keponakan Robert Wolter Mongisidi.

Ayah Johan adalah kakak kandung Robert Wolter Mongisidi.

Patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara,  Selasa (7/5/2024).
Patung Pahlawan Robert Wolter Mongisidi di Jalan Mogandi Satu, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (7/5/2024). (Alfa/Tribun Manado)

Sebelum melangkahkan kaki ke tanah itu, Johan harus mengucap doa meminta izin masuk situs tanah adat, dalam bahasa Bantik. (Alp)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved