Pilkada 2024
Survei Pilkada Jakarta 2024: Ridwan Kamil Unggul tanpa Anies
Ridwan Kamil unggul dalam survei calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024 jika nama Anies Baswedan tidak diikutsertakan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Ridwan Kamil unggul dalam survei calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024 jika nama Anies Baswedan tidak diikutsertakan.
Cagub dari Partai Golkar ini meraih 39,3 persen pada simulasi 10 nama tanpa Anies.
Selanjutnya nama Heru Budi Hartono 9,7 persen, Ahmad Sahroni 9,5 persen, Tri Rismaharini 5,5 persen.
Posisi kelima ada Ahmad Riza Patria 4,5 persen, Kaesang Pangarep 3,5 persen, Mardani Ali Sera 3,3 persen, Ahmed Zaki Iskandar 2,0 persen, Bahlil Lahadalia 2 persen dan Bima Arya 2 persen.
Masih ada 18,8 persen yang tidak tahu/tidak jawab dalam jajak pendapat lembaga survei, Arus Survei Indonesia (ASI).
Pada simulasi 15 nama, Ridwan mengungguli mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
ASI dalam rilisnya pada Selasa (7/5/2024) menjelaskan, jajak pendapat melibatkan populasi penduduk Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah di Jakarta.
Wawancara survei dilakukan dengan cara tatap muka, yaitu responden diwawancara secara langsung dengan menggunakan kuesioner oleh enumerator.
Penarikan sampel melalui metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 400 responden, margin of error (MoE) adalah kurang lebih 4,9 persen. Pengambilan data survei dilakukan pada 23-29 April 2024.
Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an, menjelaskan saat pertanyaan terbuka, Anies mengungguli Ridwan. Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Heru Budi Hartono masuk dalam pertanyaan terbuka ini.
Baca juga: Eko Patrio Maju Pilkada Jakarta atau Kabinet Prabowo, Ini Analisa dari Pesan Ketum PAN
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto angkat bicara soal peluang PDIP mengusung nama Anies atau Ahok sebagai bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur di Pilkada Jakarta 2024.
Dikutip kompas.tv, Hasto bilang nama-nama bacagub dan bacawagub diusulkan dari DPC dan DPD partai.
Anies buka suara soal peluangnya berduet dengan Ahok di Jakarta 2024.
Anies mengatakan fase selanjutnya yang harus dipertimbangkan. Fase pertama, kata Anies, adalah memikirkan untuk maju atau tidak di Pilkada Jakarta.
"Itu fase kedua, fase pertama itu apakah ini adalah opsi yang akan diambil itu pertama. Maka bersama dengan siapa, siapa koalisinya, dan lain-lain, itu fase kedua. Sekarang kita lagi memikirkan," ucap Anies.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.