Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pramuka

Pramuka Dihapus dari Ekskul Wajib di Sekolah, Fraksi Gerindra Minta Hal Ini pada Mendikbud

Ahmad Muzani meminta Mendikbud Nadiem Makarim untuk membatalkan rencana menghapus ekstrakurikuler wajib pramuka di sekolah-sekolah.

Editor: Ventrico Nonutu
Kompas.com
Ilustrasi pramuka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berencana menghapus Pramuka dari ekstrakulikuler wajib di sekolah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar terbaru soal rencana penghapusan ekstrakulikuler Pramuka di sekolah-sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berencana menghapus ekstrakulikuler Pramuka.

Hal tersebut pun menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan.

Banyak yang menganggap bahwa keputusan Nadiem Makarim tidak tepat.

Pasalnya Pramuka dianggap penting untuk membentuk karakter anak-anak Indonesia.

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani turut menanggapi hal itu.

Ahmad Muzani meminta Mendikbud Nadiem Makarim untuk membatalkan rencana menghapus ekstrakurikuler wajib pramuka di sekolah-sekolah.

Menurutnya, justru kegiatan ekskul pramuka digalakkan sebagai cara pembentukan karakter anak-anak Indonesia.

Sebab kepanduan dalam pramuka merupakan nilai-nilai yang penting untuk mendidik anak-anak Indonesia yang berkarakter Pancasila dan ke-Indonesia-an.

"Rencana menghapus ekskul pramuka wajib di sekolah-sekolah justru akan mengikis pemahanan kebangsaan, cinta tanah air, dan Pancasila terhadap anak-anak kita di sekolah," kata Muzani kepada wartawan, Rabu (3/4/2024).

"Justru ekskul Pramuka harus digalakkan dan diperkuat sebagai upaya memupuk kecintaan anak-anak kita kepada Pancasila, Indonesia, dan nasionalisme. Karena peran pramuka itu sudah terbukti dalam membangun identitas karakter anak-anak kita di sekolah yang cinta tanah air," imbuh Muzani.

Selain itu, menurut Wakil Ketua MPR ini, ekskul Pramuka juga sudah terbukti bisa membangun jati diri anak bangsa yang mandiri.

Beragam keterampilan seperti berkemah, memasak seadanya, kode morse dan membuat perapian api unggun semua dipelajari dalam ekskul pramuka.

"Jadi menurut saya keputusan untuk menghapus pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah sangat keliru," ujar Muzani.

Muzani menambahkan, dalam sejarahnya Indonesia juga berusaha untuk menjadikan pramuka sebagai salah satu kegiatan kepemudaan yang memberikan kontribusi baik terhadap proses pembangunan bangsa dan negara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved