Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Isu Transgender di Pilpres 2024 AS: Trump Serang Biden, Ini Respons Gedung Putih

Eskalasi memanas! Donald Trump menyerang Joe Biden. Isu trangender menjadi senjata kandidat dari Partai Republik menyerang rival.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase Tribun Manado
Donald Trump dan Joe Biden. Eskalasi memanas! Donald Trump menyerang Joe Biden. Isu trangender menjadi senjata kandidat dari Partai Republik menyerang rival. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Eskalasi memanas! Donald Trump menyerang Joe Biden. Isu trangender menjadi senjata kandidat dari Partai Republik menyerang rival.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu mengecam Calon Presiden (Capres) petahana soal peringatan Hari Visibilitas Transgender tahun ini.

Trump menilai peringatan Hari Visibilitas Transgender yang jatuh pada 31 Maret ini sama dengan penghinaan bagi umat Kristiani.

Mengutip AFP, ini merupakan konflik terbaru antarpartai untuk memikat rakyat menuju Gedung Putih.

Saat ini, Trump tengah mencari dukungan dari kelompok agama konservatif, sedangkan Biden mempertahankan klaimnya sebagai pengusung Amerika yang inklusif.

Juru Bicara Kampanye Trump, Karoline Leavitt mengatakan tindakan Biden tersebut adalah bagian dari serangan bertahun-tahun Pemerintahan Biden terhadap iman Kristen.

"Kami menyerukan kegagalan kampanye Joe Biden dan Gedung Putih untuk mengeluarkan permintaan maaf kepada jutaan umat Katolik dan Kristen di seluruh Amerika yang percaya hari esok hanya untuk satu perayaan, kebangkitan Yesus Kristus," ujar Leavitt, Minggu (31/3).

Biden pada hari Jumat membuat pernyataan yang mengakui Hari Visibilitas Transgender, yang jatuh setiap tahun pada tanggal 31 Maret, yang kali ini juga merupakan hari Minggu Paskah.

Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson dalam unggahannya di X (sebelumnya Twitter), menyatakan tindakan Biden itu sangat keterlaluan dan menghina untuk menyatakan Minggu Paskah sebagai Hari Transgender.

Terkait hal ini, Gedung Putih menegaskan Biden adalah seorang Katolik yang taat dan tengah berjuang untuk menyatukan orang-orang dan menjunjung tinggi martabat dan kebebasan setiap orang Amerika.

"Sayangnya, tidak mengejutkan para politisi berusaha untuk memecah belah dan melemahkan negara kita dengan retorika yang kejam, penuh kebencian dan tidak jujur," kata juru bicara Andrew Bates dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Biden tidak akan pernah menyalahgunakan keyakinannya untuk tujuan politik atau mencari keuntungan," tambahnya.

Pertarungan Panas

Selain pertarungan antara Biden dan Trump, sistem pemilihan presiden AS, terutama Electoral College, juga menjadi sorotan.

Electoral College adalah sistem di mana setiap negara bagian memiliki sejumlah suara elektoral yang digunakan untuk memilih presiden dan wakil presiden.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved