AJI Manado
AJI Manado Gelar Pelatihan Cegah Hoaks, Libatkan 25 Jurnalis di Sulawesi Utara
Pelatihan yang disupport langsung Google News Initiative melalui AJI ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya informasi palsu atau hoaks.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar pelatihan pre-bunking yang diikuti 25 jurnalis di Sulawesi Utara.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 9 hingga 10 Maret 2024, di Swiss Bell, Kota Manado.
Pelatihan yang disupport langsung Google News Initiative melalui AJI ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya informasi palsu atau hoaks di media sosial.

Ketua AJI Manado Fransiskus Marcelino Talokon mengungkapkan pre-bunking adalah salah satu proses dalam pemeriksaan fakta.
Selain pre-bunking juga dikenal istilah de-bunking, namun bedanya yaitu de-bunking merupakan teknik membongkar sebuah informasi tidak benar yang sudah terlanjur tersebar.
"Sementara pre-bunking adalah membangun pondasi pengetahuan masyarakat maupun jurnalis dalam membedakan informasi benar dan tidak (hoax)," ungkapnya sebagaimana rilis tertulis yang diterima TribunManado.co.id pada Selasa 19 Maret 2024.
Menurutnya, pre-bunking adalah langkah preventif dalam memerangi informasi tidak benar yang tersebar di berbagai platform media sosial.
25 jurnalis yang ikut pelatihan diberi pengetahuan tentang teknik pencegahan, sebelum suatu informasi tidak benar menyebar.
Mereka diajari teori pre-bunking, mis informasi dari masa ke masa, memetakan narasi mis informasi atau disinformasi bertema politik dan mal informasi.
Peserta juga mendapatkan materi tentang anatomi manipulasi informasi dan cara membuat konten pre-bunking.
"Harapan kami 25 jurnalis yang jadi peserta ini dapat membuat konten pre-bunking. Semoga ilmu itu juga dapat diaplikasikan dalam pekerjaannya." tambah Talokon.
Ia berharap alumnus pelatihan pre-bunking dapat mendistribusikan pengetahuannya kepada sesama jurnalis di Sulawesi Utara.
"Apalagi tahun 2024 ini menjelang pilkada, kemungkinan banyak informasi tidak benar biasanya akan diproduksi dan tersebar di internet. Para jurnalis di Manado harus siap mencegah ataupun membongkar bila ada informasi menyesatkan," harap Talokon.
Training pre-bunking dipandu langsung oleh dua trainer yakni Inggried Dwi Wedhas dan Fransiskus Marcelino Talokon.
Diskusi AJI dan FISIP Unsrat, AI Peluang Sekaligus Tantangan bagi Kebebasan Pers |
![]() |
---|
Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Manado Bahas Tantangan Baru Jurnalistik di Era AI |
![]() |
---|
AJI Manado Terima Kunjungan Ketua Media Center Nasional Ahmadiyah, Bahas Kolaborasi Isu Keberagaman |
![]() |
---|
AJI Manado Gelar Pelatihan Keselamatan Jurnalis, Fransiskus Talokon: Taati Kode Etik |
![]() |
---|
Fransiskus-Isa Kembali Pimpin AJI Manado, Diharap Fokus soal Etika dan Kesejahteraan Anggota |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.