Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan di Minut

Kronologi hingga Identitas Korban Kecelakaan Maut di Minut, Berawal dari Pemuda Terperosok ke Lubang

Simak kronologi hingga identitas korban kecelakaan maut yang terjadi di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.

Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado
Kronologi hingga identitas korban kecelakaan maut yang terjadi di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak kronologi hingga identitas korban kecelakaan maut yang terjadi di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.

Diberitahukan sebelumnya, kecelakaan maut ini terjadi di jalan Soekarno, Minut.

Insiden kecelakaan maut ini dialami seorang pengendara motor pada pukul 22.30 Wita, Senin (11/3/2024).

Korban bernama Giovanny Mokoginta (31).

Kronologi kecelakaan

Kasat Lantas, Iptu Muthia Khansa Nurwijaya, melalui Kanit Laka Aipda David Beslar menjelaskan kronologi kecelakaan maut.

"Piket Gakkum berjumlah dua personel yaitu Brigadir Ronaldo Polii dan Briptu Sepanus Malaeny menuju TKP, berdasarkan informasi dari masyarakat lewat media sosial," ucap Kanit, Selasa 12 Maret 2024.

Dimana dari masyarakat menginfokan, telah ditemukan seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya, tidak sadarkan diri ditengah jalan.

Pengendara dari jalur kiri arah menuju Manado.

"Kesimpulan piket bahwa murni kejadian adalah lakalantas tunggal," ungkap Kanit.

Korban laki-laki bernama Giovanny Mokoginta (31), warga Tanjung Batu, Wanea, Manado, yang mengendarai sepeda motor atau roda dua.

Kanit Laka Aipda David Beslar saat dihubungi menjelaskan, pengendara terperosok di jalan berlubang.

"Pengendara terperosok ke jalan berlubang, kemudian oleng dan mengalami kecelakaan," ungkap Kanit.

Menurut Kanit, pihaknya telah melaksanakan olah TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

"Korban luka di bagian kepala, yang diduga penyebab kematian," tutur Kanit.(fis)

Cara Menghindari Kecelakaan

Saat ini jalan raya merupakan salah satu tempat yang tidak aman terutama untuk pengemudi kendaraan bermotor.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, pengendara harus menyadari bahwa jalan raya merupakan tempat berbahaya, otomatis ada tingkat kewaspadaan terhadap kemungkinan kecelakaan meningkat.

“Jika tahu bahwa aktivitas berkendara merupakan hal yang berbahaya, kewaspadaan pasti akan meningkat.

Kesadaran ini membuat pengemudi mempersingkat waktu di jalan raya,” ujar Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

(*)

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut, Remaja Tewas usai Tabrak Jembatan Lalu Tercebur ke Sungai

Baca berita lainnya di: Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved