Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Profil Virginia Mangobi Sembilan Kali Jadi Pemohon Doa Upacara Adat Tulude di Bitung, Merasa Bangga

Virgin tercatat sembilan kali bertindak sebagai orang yang melakukan permohonan doa atau Menahulending, selama pelaksanaan upacara gelar Adat

HO
Virginia Gaudete Mangobi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ini sepenggal cerita gadis bantik Kota Bitung Sulawesi Utara, bernama Virginia Mangobi, orang yang melakukan Permohonan Doa Atau Menahulending di Upacara Adat Tulude.

Virgin tercatat sembilan kali bertindak sebagai orang yang melakukan permohonan doa atau Menahulending, selama pelaksanaan upacara gelar Adat di Bitung Sulawesi Utara.

Dalam catatannya, pelajar kelas XI SMA Katolik Don Bosco Bitung pertama menjadi Menahulending tanggal 28 Januari 2024 di GMIM Eden Maesa Keluahan Danowudu Kecamatan Ranowulu.

Baca juga: BREAKING NEWS : Prosesi Adat Tulude di Bitung Sulawesi Utara Pakai 3 Bahasa

Kemudian tanggal 31 Januari 2024, ada dua tempat di pelaksanaan Gelar Adat Tulude Pemerintah Kota Bitung yang berlangsung di Kecamatan Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan.

Kemudian tanggal 2 Februari 2024, masih dalam pelaksanaan Upacara Adat Tulude Pemkot Bitung di Kecamatan Maesa dan Madidir.

Keesokan harinya, tulude pemkot Bitug di Kecamatan Girian dan rukun Nusa Utara Kelurahan Girian Weru 2.

Menahulending, yang diemban Virgin berakhir pada tanggal 4 Februari 2024 di GMIM Eden Mapanget Barat.

Dan tanggal 6 Februari 2024 di Gelar Adat Tulude Pemkot Bitung, terselenggara berkat kerjasama dengan perkumpulan masyarakat Nusa Utara di Bitung Sulawesi Utara (Sulut) ada Ikssat, Bamukis, Nustar, Ikisst dan Mukat.

Dara kelahiran Bitung 1 September, harus melalui sebuah proses yang tak mudah sebelum bisa menjadi Menahulending.

"Awalnya ikut lomba pidato bahasa Sangir tahun 2023, dan juara 3. Dari situ tokoh adat Nusa Utara pak Yekonia Nanangkong mengajak untuk belajar Menahulending," cerita Virgin kepada Tribunmanado.co.id.

Tawaran itu pun ia sembut dengan baik, meski awalnya tak begitu fasih berbahasa Sangir.

Tapi, karena sebagai warga keturunan Sangihe bangga ada kesempatan belajar adat.

Sejak tawaran itu, Virgin belajar dan belajar.

Hingga tiba waktu pertama kalinya Menahulending, di upacara Adat Tulude GMIM Eden Maesa Danowudu.

"Tentunya sebagai putri Nusa Utara bangga. Di tengah keberadaan generasi Z, notabennya sangat kurang mau  belajar tapi kami bertekad mau belajar," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved