Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polda Sulut

Sepekan Jelang Ramadan Polda Sulut akan Gelar Operasi Lalu Lintas, Motor Knalpot Brong Jadi Target

Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara melaksanakan latihan pra operasi, di aula Tribrata Polda Sulut, Kamis (29/2/2024).

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rhendi Umar
Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara melaksanakan latihan pra operasi, di aula Tribrata Polda Sulut 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Sepekan jelang bulan suci Ramadan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara bakal menggelar Operasi Keselamatan Samrat 2024.

Operasi akan digelar selama 14 hari, mulai tanggal 4 Maret hingga 17 Maret 2024. 

Sebagai persiapan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara melaksanakan latihan pra operasi, di aula Tribrata Polda Sulut, Kamis (29/2/2024).

Kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Samrat 2024 ini dibuka oleh Wakapolda Sulut Irjen Pol Jan de Fretes didampingi Dirlantas Kombes Pol Rachmad Iswan Nusi.

"Latpraops ini merupakan salah satu syarat untuk melaksanakan operasi sehingga kemampuan, kesiapan dan pengetahuan serta keterampilan anggota Polri dalam bertugas dapat dilakukan secara profesional dan proporsional," ujar Wakapolda Sulut Irjen Pol Jan de Fretes.

Berdasarkan data pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat sebelumnya, bahwa data pelanggaran lalu lintas menunjukan, data tilang naik 613,51 persen dan data teguran naik 8,96%.

Untuk data kecelakaan lalu lintas turun 7,14% dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah korban meninggal dunia turun 44,44%, luka berat turun 40,00?n luka ringan turun 16,07%.

"Diharapkan pada Operasi Keselamatan Samrat 2024 ini mengalami penurunan,” harap Wakapolda Sulut Irjen Pol Jan de Fretes.

Lanjutnya, dalam kurun waktu tersebut sasaran operasi adalah segala bentuk potensi gangguan menyebabkan kemacetan.

Selain itu, juga menyasar masyarakat yang tidak disiplin dalam berlalulintas juga berpotensi terjadinya laka lantas yang berakibat fatalitas korban, serta sangat merugikan negara atas kerusakan infra struktur jalan dan jembatan,

Terutama, kendaraan yang menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi, pengemudi R2 berboncengan lebih dari dua orang serta kendaraan yang tidak menggunakan TNKB.

Kata dia, pelaksanaan Operasi Keselamatan kali ini mengedepankan kegiatan preemtif, preventif secara persuasif dan humanis.

“Kita prioritaskan pada kegiatan yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat, memberikan edukasi dan penerangan untuk membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Dan juga melakukan tindakan gakkum dengan tilang elektronik (e-tle) secara statis dan mobile serta memberikan terguran terhadap pelanggar guna menurunkan korban fatalitas akibat laka lantas,” jelas Wakapolda Sulut Irjen Pol Jan de Fretes.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved