Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Islam

Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha, Amalkan Setiap Hari dan Dapatkan Manfaat dari Keutamaannya

Dalam sejumlah hadits shahih disebutkan berbagai keutamaan sholat dhuha. Apalagi jika dilaksanakan saat bulan puasa Ramadan.

Editor: Indry Panigoro
pexels.com
Ilustrasi berdoa sesudah sholat dhuha. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salat Duha (bahasa Arab: صلاة الضحى, translit. ṣalatuḍ ḍuḥā) adalah salat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu duha.

Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul enam atau tujuh pagi) hingga waktu zuhur.

Jumlah rakaat salat duha adalah 2, 4, 6, 8, dan maksimal 12 rakaat.

Cara pelaksanaannya dilakukan setiap 2 rakaat sekali salam.

Manfaat atau faedah salat duha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang melaksanakan salat duha adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal terutama dalam hal rizki, sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini.

Berikut bacaan niat sholat dhuha tulisan Arab, latin dan artinya, lengkap dengan doanya.

Umat Islam dianjurkan menunaikan shalat dhuha.

Nabi Muhammad SAW mewasiatkan umat muslim rutin mengerjakan sholat dhuha.

“Sholat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

Anjuran Nabi ini karena sholat dhuha memiliki banyak keistimewaan.

Dalam sejumlah hadits shahih disebutkan berbagai keutamaan sholat dhuha. Apalagi jika dilaksanakan saat bulan puasa Ramadan.

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (HR. Bukhari)

Merutinkan sholat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al-Qur’an. Kita dapat menemukan istilah dhuha kurang lebih pada tujuh tempat.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved