Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Akhirnya Terungkap 3 Sosok Wajib Dibawa oleh Presiden Jokowi Jika Ingin Bertemu Ketum PDIP Megawati

Tiga syarat khusus tersebut adalah Presiden Jokowi harus membawa tiga sosok ini jika ingin bertemu dengan Ketum PDIP tersebut.

Sekretariat Presiden
Akhirnya Terungkap 3 Sosok Wajib Dibawa oleh Presiden Jokowi Jika Ingin Bertemu Ketum PDIP Megawati 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya terungkap 3 sosok yang harus dibawa oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu Megawati Soekarnoputri.

3 sosok tersebut menjadi syarat yang diajukan oleh PDI Perjuangan (PDIP) jika Kepala Negara bertemu Ketua Umum.

Syarat yang diungkap oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebutkan ada syarat khusus yang berlaku jika Presiden Jokowi ingin bertemu dengan Megawati.

Baca juga: Syarat Khusus PDIP pada Presiden Jokowi Jika Ingin Bertemu Megawati, Wajib Ditemani 3 Sosok Ini

Tiga syarat khusus tersebut adalah Presiden Jokowi harus membawa tiga sosok ini jika ingin bertemu dengan Ketum PDIP tersebut.

Hal ini karena PDI Perjuangan (PDIP) tak menutup kemungkinan kembali berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lantas siapa saja tiga sosok yang dimaksud?

"Syarat khusus" itu diungkapkan langsung Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Senin (22/1/2024).

Hasto mengatakan, apabila Jokowi hendak bertemu dengan Megawati, ada baiknya ditemani oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani; Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok; dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR), Basuki Hadimuljono.

"Nanti kalau mau datang biar ditemani Bu Sri Mulyani dan Pak Basuki, serta Pak Ahok," ujar Hasto.

Tidak jelas maksud dari pernyataan Hasto mengungkapkan "persyaratan" itu.

Pada bagian lain, Hasto justru mempertanyakan kenapa keinginan Jokowi bertemu dengan Megawati itu disampaikan lewat media.

Menurutnya, ini mengesankan ada sesuatu.

"Kalau seseorang sebelumnya kalau bertemu dengan Ibu (Megawati) kan selalu terbuka.

Ketika untuk bertemu Ibu kemudian harus disampaikan melalui media itu kan artinya ada sesuatu," ucap Hasto.

Politikus senior PDIP, Andreas Hugo Pareira, tak membantah adanya isu Presiden Jokowi ingin bertemu Megawati.

Namun, Andreas mengatakan saat ini PDIP tengah fokus untuk memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di PIlpres 2024.

"Di PDIP, waktu tinggal kurang dari sebulan, kami sedang dan lebih fokus memenangkan Ganjar-Mahfud daripada mengurusi isu-isu seperti ini," ujar Andreas.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, mengatakan pertemuan antara Jokowi dengan Megawati akan membuat iklim politik di Indonesia kian sejuk jelang pencoblosan Pemilu 2024.

Namun, ia mengaku tak mengetahui apakah pertemuan keduanya akan berlangsung atau tidak.

"Aku belum tahu. Itu informasi dari siapa?

Belum ada keterangan dari Pak jokowi bahwa dia pengen ketemu Bu Mega, dan belum ada keterangan dari Bu Mega bahwa Pak Jokowi pengen ketemu juga," kata Nusron, Minggu (21/1).

"Tanyakan sama yang ngasih kabar itu, tapi kalau ada pertemuan, ya saya nilai bagus itu," ujarnya.

Ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Ari Dwipayana, membantah soal narasi yang menyebutkan Jokowi meminta bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Terkait narasi yang dikembangkan seolah-olah ada permintaan dari Bapak Presiden untuk bertemu, apalagi dihubungkan dengan Pemilu 2024, itu sama sekali tidak benar," kata Ari

Ari merasa heran ada narasi pertemuan Jokowi dan Megawati yang dikembangkan oleh awak media.

"Sesungguhnya hal itu tak pernah terjadi, tak ada permintaan untuk bertemu, bahkan sudah dikonfirmasi oleh Sekjen PDIP," tutur Ari.

Ari mengatakan belum mendapatkan informasi adanya penjajakan pertemuan antara Jokowi dan Megawati.

"Kalau Presiden, kan selama ini terbuka bertemu dengan tokoh-tokoh bangsa, dan saya kira Bu Mega juga sama, terbuka bertemu tokoh-tokoh bangsa," ujarnya.

PDIP Tak Menutup Pintu Maaf

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan kembali berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Oh iya, itu kan tujuan berpolitik adalah itu (berkomunikasi)," kata Hasto saat ditemui di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Selasa (23/1/2024).

Hasto menjelaskan, dalam berpolitik PDIP membuka komunikasi dengan siapapun sepanjang mengedepankan kedaulatan rakyat.

"Maka kami membuka diri di dalam berpolitik dengan mengedepankan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat," ujarnya.

Dia menegaskan selama seorang pemimpin lebih mengedepankan kepentingan masyarakat ketimbang keluarga, maka tak ada jarak dengan PDIP.

"Selama pemimpin itu dekat dengan rakyat, lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara, daripada kepentingan atau keluarga, pasti dekat, pasti enggak ada jarak dengan kami," ucap Hasto.

Hasto menuturkan bahwa PDIP merupakan partai wong cilik dan memiliki akar sejarah sejak sebelum bangsa Indonesia merdeka.

"Sama juga dengan PPP, sehingga DNA kami adalah DNA kerakyatan, DNA keberpihakan pada wong cilik, DNA konsistensi pada amanat konstitusi. Itu yang menjadi sikap kami," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved