Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Miras Oplosan Jadi Kasus Menonjol Pada 2023, Delapan Korban Meninggal

Kasus menonjol itu, terjadi di pertengahan Desember 2023 sejumlah warga Bitung meninggal hampir bersamaan waktunya.

Tayang:
Tribun Manado/Christian Wayongkere
Keterangan, Kapolres Bitung AKBP Tommy B Souissa SIK dan jajaran diabadikan saat memberikan keterangan pers pengungkapan kasus akhir tahun di Mapolsek Maesa akhir Desember 2023 

BITUNG,TRIBUNMANADO.CO.ID - Kapolsek Maesa AKP Mardy Tumanduk SH, menyampaikan perkembangan informasi kasus menonjol tahun 2023 di wilayah hukum Polsek Maesa.

Kasus menonjol itu, terjadi di pertengahan Desember 2023 sejumlah warga Bitung meninggal hampir bersamaan waktunya.

Mereka meninggal usai meneguk minuman keras (Miras) oplosan, di dua tempat kejadian Kelurahan Madidir Unet Kecamatan Madidir dan kompleks Kolombo Kelurahan Bitung Barat 2 Kecamatan Maesa.

Baca juga: Kronologis Penikaman di Wenang Manado, Berawal Dari Miras Bersama

Sempat berkembang informasi liar, bahwa jumlah korban ada sembilan.

Sementara yang diwartakan oleh media di Bitung, hanya empat dan tiga orang.

"Awalnya tiga korban, kemudian korban terus bertambah dengan total delapan orang yang meninggal. Jumlah itu hasil koordinasi dengan rumah sakit budi mulia Bitung," kata Kapolsek Maesa AKP Mardy Tumanduk.

Hasil diagnosa mereka yang meninggal karena teguk miras oplosan, gejalanya dada sakit, mual, perut sakit, mata kabur dan kejang-kejang.

Selain itu lanjut Kapolsek, dalam penyelidikan yang mereka lakukan menyasar ke lokasi atau tempat jual miras yang di komsumsi korban sebelum tewas.

Namun sayang, ketika di cek langsung lokasi atau warung itu sudah tidak menjual.

Pihaknya juga berniat menempuh langkah khusus, terkait adanya kabar burung yang mengatakan miras oplosan diduga di campur dengan obat terlarang.

"Namun sangat di sayangkan, pelaku yang mencampur miras, membeli dan minum semuanya meninggal. Ini jadi kendala dalam penyelidikan yang kami lakukan," tambahnya.

Sayangnya, Polsek Maesa belum memberikan identitas ataupun insial dari para korban.

Satu di antara korban, Yongli Sumaa (32)  guru olahraga dan waki kelas XG di SMAN 2 Bitung.

Mendiang Yongli merupakan perantay dari Talaud dan indekos di sebuah rumah yang ada di gang atau lorong samping SMPN 2 Bitung.

Di mata Kepala SMAN 2 Bitung Maxy Awondatu Kepala SMAN 2 Bitung, mendiang Yongli adalah guru yang rajin dan loyal dalam pekerjaan.

"Yang selalu kami kenang akan mendiang Yongli, ia kerap tinggalkan kesibukannya untuk pekerjaan di sekolah," kata Maxy Awondatu.(crz)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved