Pengakuan Tara Reade Mantan Ajudan Senat AS Soal Skandal Diduga Dilakukan Joe Biden
Menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat sejumlah serangan skandal menerpa para kandidatnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemilihan Presiden Amerika Serikat kembali akan bergulir.
Sudah ada beberapa kandidat yang muncul, satu di antaranya adalah calon petahana Joe Biden.
Ia bakal mencoba kembali peruntungannya, agar bisa jadi presiden dua periode.
Baca juga: Joe Biden dan Banyamin Netanyahu Teleponan Soal Perang Israel dan Hamas, Israel Dapat Peringatan
Tara Reade.(@tarareade)
Namun kini ia harus menghadapi persoalan besar dan bisa menjegal langkahnya tersebut.
Ia dituding memiliki skandal seks terhadap mantan ajudan Senat AS, Tara Reade.
Menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat sejumlah serangan skandal menerpa para kandidatnya.
Pada Selasa lalu Mahkamah Agung negara bagian Colorado mendiskualifikasi calon terkuat Partai Republik yang juga mantan Presiden AS Donald Trump dari pencalonan.
Dan kasus yang diungkit oleh partai lawannya yaitu Demokrat ini masih berjalan hingga ke MA AS.
Kini serangan kepada lawan Trump muncul. Kali ini calon dari Partai Demokrat, Joe Biden dituding dengan skandal seks terhadap mantan ajudan Senat AS, Tara Reade.
Tara yang kini melarikan diri ke Rusia tersebut menuding Biden melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya saat Presiden AS itu masih menjadi anggota senat.
Ia mengajukan pengaduan hak-hak sipil terhadap FBI pada hari Rabu. Pengacara Reade mengatakan pemerintah federal berusaha mengintimidasi dan melecehkannya selama dan setelah kampanye pemilu tahun 2020.
Dalam pengaduan yang dikirim ke Kantor Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman AS, Reade menyerukan penyelidikan terhadap praktik FBI yang “menargetkan pelapor keluarga Biden untuk menggunakan hak kebebasan berpendapat berdasarkan Amandemen Pertama mereka,” menurut siaran pers oleh Dr Jonathan Levy, pengacaranya yang berbasis di London.
Reade juga meminta salinan semua informasi tentang dirinya yang mungkin diperoleh FBI “melalui taktik pengawasan, penggeledahan, dan penyitaan yang tidak konstitusional” dan agar berkas FBI miliknya dihapuskan.
Dalam sebuah surat kepada DOJ yang dilihat oleh RT, Levy menggambarkan bagaimana FBI – dan, khususnya, kantornya di Sacramento, California – diduga memulai “operasi” terhadap Reade setelah April 2019 “untuk membungkam dan mengawasinya dan jika mungkin melakukan tindakan palsu. tangkap dia karena kegiatan kriminal.”
Akhirnya Terungkap Alasan 3.800 Karyawan NASA Kompak Ajukan Resign, Imbas Kebijakan Donald Trump |
![]() |
---|
Daftar 10 Produk AS yang Kini Bebas Bea Masuk ke Indonesia, dari Kedelai hingga Pesawat Boeing |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Indonesia Akan Beli 50 Pesawat Boeing dari AS, Ini Kelebihan dan Kekurangannya |
![]() |
---|
Prabowo dan Trump Sepakat Tarif Impor: 19 Persen untuk Indonesia Tapi Barang Amerika Bebas Bea Masuk |
![]() |
---|
Daftar 14 Negara yang Mendapat Surat Tarif Terbaru dari Trump, Indonesia Kena Segini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.